Kamis, 10 OKTOBER 2024 • 12:25 WIB

Benarkah Ibu Hamil Sering Lupa? Ini Penjelasannya

Author

Ilustrasi ibu hamil yang sering lupa. (freepik.com)

INDOZONE.ID - Banyak wanita hamil mengeluhkan penurunan daya ingat selama masa kehamilan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa 50-80% wanita hamil melaporkan adanya penurunan fungsi memori.

Berikut penjelasan mengenai ibu hamil yang sering lupa atau mengalami penurunan daya ingat.

Apa Itu Penurunan Daya Ingat pada Kehamilan?

Ilustrasi penurunan daya ingat oleh ibu hamil. (freepik.com)

Banyak ibu hamil mengalami kesulitan mengingat hal-hal kecil selama masa kehamilan.

Fenomena ini sering disebut dengan istilah 'Baby brain', 'Pregnancy brain', 'Maternal amnesia', atau 'Momnesia'.

Beberapa studi terbaru membuktikan bahwa kondisi ini nyata dan bisa terjadi selama kehamilan hingga periode pasca-melahirkan.

Meski demikian, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan biasanya membaik dengan sendirinya setelah melahirkan.

Baca Juga: Berapa Banyak Air yang Harus Diminum oleh Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

Faktor-Faktor Penyebab Sering Lupa Saat Hamil

Ilustrasi sering lupa saat hamil. (freepik.com)

1. Ekspektasi Sosial

Di masyarakat, sudah menjadi kepercayaan umum bahwa wanita hamil sering mengalami gangguan memori.

Oleh karena itulah, setiap kesalahan kecil atau lupa hal sepele sering kali dikaitkan dengan kehamilan, padahal belum tentu demikian.

2. Peningkatan Hormon Kortisol

Kortisol, yang dikenal sebagai hormon stres, meningkat selama kehamilan karena perubahan fisiologis normal pada tubuh.

Meskipun kortisol ini diduga berpengaruh terhadap fungsi memori, data ilmiah yang ada belum cukup kuat untuk menyimpulkan secara pasti bahwa hormon ini menjadi penyebab utama.

3. Kondisi Kesehatan Mental

Kehamilan bisa menjadi masa yang penuh tekanan, kecemasan, dan bahkan depresi bagi beberapa wanita.

Beberapa peneliti meyakini bahwa kondisi mental ini dapat memengaruhi daya ingat, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikannya.

Baca Juga: 9 Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil yang Sering Dikaitkan dengan Banyak Mitos

4. Gejala Fisik

Gejala umum kehamilan seperti kelelahan, sulit tidur, nyeri panggul, mual, dan muntah dapat berdampak negatif pada kesejahteraan umum dan kemampuan kognitif otak, termasuk memori.

5. Perubahan Aktivitas Harian

Selama masa kehamilan, wanita sering kali menghadapi berbagai kebiasaan baru, seperti mempersiapkan kelahiran bayi, periksa kehamilan, hingga mengikuti kelas persiapan persalinan.

Aktivitas yang padat ini bisa menyebabkan pikiran terpecah sehingga sulit fokus dan berujung pada gangguan memori.

6. Perubahan Struktur Otak

Penelitian menggunakan pemindaian MRI menunjukkan adanya perubahan pada area tertentu di otak wanita hamil, terutama di bagian materi abu-abu.

Area ini mengalami penyusutan dan perubahan bisa bertahan hingga dua tahun setelah melahirkan.

Hal ini diyakini berkaitan dengan penguatan insting keibuan dan kemampuan untuk merespons kebutuhan bayi.

Jenis Memori yang Terpengaruh Selama Kehamilan

Ilustrasi rontgen otak dan bagiannya untuk memori. (freepik.com)

Penelitian menunjukkan bahwa gangguan memori saat hamil lebih memengaruhi ingatan jangka pendek atau memori terkait fakta dan peristiwa, yang dikenal dengan istilah memori deklaratif atau eksplisit.

Hal ini menjelaskan mengapa banyak wanita hamil sering lupa hal-hal kecil dalam keseharian mereka.

Namun, memori yang terkait dengan keterampilan yang sudah dikuasai, seperti mengendarai mobil atau menggunakan peralatan tertentu, biasanya tidak terpengaruh.

Kapan Penurunan Memori Paling Parah?

Sebagian besar peneliti setuju bahwa gangguan memori cenderung memburuk pada paruh kedua kehamilan, ketika tubuh dan pikiran semakin sibuk mempersiapkan kelahiran bayi.

Cara Mengatasi Sering Lupa Selama Kehamilan

Ilustrasi membuat catatan daftar tugas harian di buku untuk mengatasi gejala sering lupa pada ibu hamil. (freepik.com)

Walaupun gangguan memori saat hamil biasanya tidak berlangsung lama, ada beberapa cara yang dapat membantu mengurangi dampaknya:

1. Buat catatan daftar tugas harian di buku atau aplikasi di ponsel.
2. Prioritaskan tugas-tugas harian dan hindari multitasking yang berlebihan.
3. Mintalah bantuan kepada orang lain untuk mengurangi beban pikiran.
4. Gunakan pengingat seperti alarm atau notifikasi di ponsel.
5. Tetap aktif secara fisik dan luangkan waktu untuk beristirahat.
6. Pastikan tidur yang cukup.
7. Lakukan teknik relaksasi untuk mengurangi stres.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Ilustrasi dengan dokter mengenai gejala sering lupa pada ibu hamil. (freepik.com)

Ingatlah bahwa gangguan memori sementara adalah hal yang wajar selama kehamilan.

Sebagian besar wanita tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik tanpa kesulitan berarti.

Namun, jika anda merasa bahwa gangguan memori ini sangat mengganggu aktivitas atau menimbulkan kekhawatiran, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan.

Demikian beberapa penjelasan mengenai ibu hamil yang sering lupa atau mengalami penurunan daya ingat. Sering lupa saat hamil merupakan kondisi yang umum dan bersifat sementara.

Meskipun dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, gangguan ini biasanya tidak memiliki dampak jangka panjang.

Dengan mengelola stres dengan cara yang tepat dan bantuan dari orang-orang terdekat, ibu hamil bisa tetap menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman dan tenang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ifwip.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU