Jumat, 08 NOVEMBER 2024 • 07:55 WIB

Bahaya Polio, Ancaman Kelumpuhan dan Pentingnya Pencegahan di Indonesia

Author

Ilustrasi bahaya polio

INDOZONE.ID - Polio adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada berbagai bagian tubuh.

Polio bahkan dapat menyebabkan kematian karena melumpuhkan otot-otot pernafasan pasien.

Hingga saat ini, polio dilaporkan lebih banyak menyerang anak-anak. Pada tahun 1950-an, vaksin yang efektif dikembangkan dan telah digunakan di seluruh dunia sejak saat itu.

Namun, wabah terus berlanjut terjadi di seluruh dunia. Pada awal tahun 1980, terdapat ratusan ribu kasus di seluruh dunia setiap tahun dan penyakit tersebut masih tersebar luas di lebih dari seratus negara.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, sejak 2022 hingga 2024, telah dilaporkan sebanyak 12 kasus kelumpuhan, dengan 11 kasus yang disebabkan oleh virus polio tipe 2 dan 1 kasus diakibatkan oleh virus polio tipe 1.

Baca Juga: WHO: Tahap Akhir Vaksinasi Polio di Gaza Utara Ditunda Karena Serangan Bom Israel

Kasus-kasus ini tersebar di 8 provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Banten.

Polio merupakan kependekan dari poliomyelitis yang berasal dari bahasa Yunani dan diterjemahkan menjadi sumsum abu-abu, yang merujuk pada jaringan di bagian tengah sumsum tulang belakang, yang bila terkena virus polio akan menyebabkan kelumpuhan.

Anggota tubuh yang lumpuh, biasanya adalah lengan atau kaki, dan akan mengecil seiring dengan berjalannya waktu.

Gejala bagi yang terkena polio sangat bervariasi. Sebagian besar yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala apapun, namun ada juga yang mengalami gejala yang berat hingga kematian.

Antara 1 dari 50 dan 1 dari 500 mengakibatkan kelumpuhan diantara orang-orang yang belum divaksinasi. Dari kasus polio yang tersebar di berbagai negara, 72 persen kasus yang terinfeksi tidak merasakan gejala apapun.

Sekitar seperempat kasus atau 24 persen mengalami poliomelitis yang menimbulkan gejala tidak spesifik selama beberapa hari, seperti demam atau pilek, dan 1-5 persen kasus dilaporkan mengalami meningitis asepti non-paralitik dimana penderita mengalami kaku badan hingga 10 hari.

Baca Juga: 5 Alasan Pentingnya Vaksin Polio untuk Setiap Anak agar Tidak Alami Kelumpuhan, Apa Saja?

Virus polio hanya ditemukan pada manusia dan ditularkan melalui jalur oral. Polio sebagian besar ditularkan melalui air minum yang telah terkontaminasi oleh feses seseorang yang membawa virus polio.

Virus ini akan menyebar dengan sangat baik apabila sanitasi masyarakat buruk, misalnya ketika orang buang air besar di tempat terbuka atau mengkonsumsi air minum yang tidak matang dan bersih.

Virus polio hanya dapat bertahan hidup pada manusia dan tidak pada hewan.

Polio sulit dilacak dalam populasi karena memiliki masa inkubasi yang relatif panjang yakni 10 hari dan sekitar tiga perempat kasus tidak menimbulkan gejala, sehngga virus dapat menyebar selama beberapa bulan tanpa terdeteksi.

Pemantauan harus difokuskan pada identifikasi penderita dengan gejala atau pada sampel tinja. Karena setiap kasus yang telah diidentifikasi mungkin menunjukkan adanya wabah yang lebih besar.

WHO merekomendasikan bahwa satu kasus polio pada anak harus ditangani sebagai darurat kesehatan nasional, meskipun di negara tersebut sebelumnya dinyatakan bebas polio.

 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ourworldindata.org

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU