INDOZONE.ID - Pebisnis cilik yang juga milyader cilik Indonesia, Ryu Kintaro, curhat soal alergi susu sapi. Waktu bayi Ryu ternyata mengalami alergi susu sapi yang hampir mengganggu tumbuh kembangnya.
Nama Ryu cukup dikenal di kalangan gen alpha. Ryu adalah anak pebisnis sukses di Indonesia, pendiri Makko Group, Christoper Sebastian.
Ryu selain melejit sebagai konten kreator, ia juga kecipratan untuk merintis bisnis jamu di usia muda. Outletnya di kawasan Gading, Serpong. Menariknya, omzet bisnis Ryu sudah mencapai Rp1 miliar.
Walau masa bayinya sering mengalami gangguan pencernaan akibat susu sapi, tumbuh kembang Ryu Kintaro hingga usianya ke-9 tahun ini tidak terganggu. Kini, ia tumbuh sehat dan percaya diri, bahkan mampu menginspirasi anak-anak lainnya melalui semangat dan prestasi yang berhasil diraihnya.
Cerita Ryu juga membuktikan bahwa anak-anak sensitif bukan anak yang terbatas, dengan dukungan dari orang tua dan pilihan nutrisi yang sesuai, mereka tetap bisa mengejar mimpi dan menjadi anak juara.
Baca juga: Sering Dianggap Sama, Ini Bedanya Gejala Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa
“Dulu waktu kecil aku sering sakit perut, kulit merah-merah, dan gampang rewel. Tapi setelah ketahuan penyebabnya dan mulai minum susu soya, semuanya berubah. Sekarang aku bisa aktif, ikut kegiatan, dan nggak ngerasa beda dari anak-anak lain,” ungkap Ryu dalam acara The Final Game Soyalympic Door of Future 2025 yang digelar di Playtopia Gandaria City, Jakarta.
Ryu mengatakan, orang tuanya mencari segala macam cara saat ia mengalami alergi susu sapi. Mereka telah berkonsultasi dengan banyak dokter.
Ia rupanya ingat, saat melawan kondisinya ini, Ryu sampai diberi jamu pahit. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ryu dinyatakan alergi susu sapi.
"Mama sampai bingung terus ke dokter sampai bikin jamu pahit banget. Setelah periksa lebih dalam dokter bilang aku sensitif susu sapi," tambahnya.
Baca juga: Kamu Alergi Susu Sapi tapi Pengen Makan Keju? Ternyata Bisa Loh
Dijelaskan Dokter Spesialis Alergi dan Imunologi Anak Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr.Sp.A(K), M.Kes, sensitif terhadap susu sapi, yang dikenal sebagai alergi susu sapi (ASS), merupakan salah satu alergi makanan yang paling umum terjadi pada anak-anak.
"Menangani sensitivitas terhadap makanan, termasuk susu sapi, tidak cukup hanya dari sisi medis. Dibutuhkan dukungan dari orang tua, komunitas, dan juga industri nutrisi agar anak-anak tetap bisa tumbuh optimal," katanya dalam kesempatan sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung