INDOZONE.ID - Susu ibu hamil sangat populer sejak lama tapi masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Seberapa penting sih minum susu untuk ibu hamil dan apa efeknya untuk janin?
Seorang ibu hamil perlu memenuhi asupan nutrisinya bersamaan dengan perkembangan janin dalam kandungan. Susu ibu hamil yang bagus dikonsumsi yaitu mengandung nutrisi DHA, omega 3 serta tinggi kalsium.
Health Communicator Kalbe Nutritionals dr. Dewi Virdianti Pangastuti menjelaskan, DHA, Omega-3 dan kalsium berperan penting dalam pembentukan serta perkembangan otak bayi. Sementara kalsium berperan penting dalam pembentukan tulang janin sekaligus menjaga kekuatan tulang ibu.
“Susu khusus ibu hamil formulanya mudah dicerna dan diserap tubuh, dengan kombinasi nutrisi esensial seperti protein, asam folat, zat besi, kalsium, DHA dan Omega-3, yang belum tentu tersedia secara lengkap dalam susu biasa maupun makanan dan suplemen,” ujar dr. Dewi di Jakarta.
Baca juga: 6 Strategi Terbaik agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Terhidrasi Selama Musim Panas
Susu sebagai pelengkap nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan janin pada 1.000 hari pertama. Di momen ini, menjadi waktu yang krusial untuk mencegah stunting, berat badan lahir rendah hingga komplikasi pada ibu hamil.
Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Konsultan Fetomaternal Prof. Dr. dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG(K) menambahkan, kekurangan energi kronis dan kekurangan zat gizi masih menjadi masalah. Perlu peran tenaga medis seperti bidan yang membantu ibu hamil untuk memenuhi gizinya.
“Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, stunting, bahkan komplikasi dan pendarahan pada ibu,” imbuhnya.
Baca juga: Efek Minum Kopi untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Ini Penjelasan Dokter
Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada awal 2025, menunjukkan bahwa hampir 20% anak-anak Indonesia mengalami stunting.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin pada kesempatannya di kegiatan diseminasi hasil SSGI juga menjelaskan bahwa stunting tidak hanya terjadi setelah anak lahir, tetapi sudah dapat bermulai sejak dalam kandungan.
Bidan menjadi kunci dalam upaya memutus mata rantai permasalahan ini.
Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia Dr. Ade Jubaedah SSIT Bdn. MM, MKM, mengatakan, bidan merupakan titik awal pendampingan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat. Bidan membantu ibu hamil dalam edukasi soal kebutuhan nutrisi esensial di setiap trimester kehamilan, panduan pencegahan risiko komplikasi seperti anemia dan preeklamsia, seperti yang ada dalam Buku Panduan Nutrisi Esensial pada Setiap Tahapan Kehamilan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung