Ilustrasi jadwal haid. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sejak dulu, banyak mitos haid yang sering disangka fakta berkembang di masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan masih dipercaya hingga kini, padahal tidak semua sesuai dengan penjelasan medis.
Kesalahpahaman tentang menstruasi ini penting untuk diluruskan agar tidak menyesatkan perempuan dalam merawat diri saat haid. Berikut beberapa mitos diantaranya.
Ilustrasi menstruasi tidak teratur. (freepik)
Salah satu mitos haid yang paling umum adalah anggapan bahwa darah menstruasi adalah “darah kotor” yang harus dibuang oleh tubuh. Oleh karena itu, haid dianggap sebagai proses alami untuk membersihkan diri.
Namun, secara medis, hal ini tidak benar. Menstruasi terjadi karena dinding rahim yang sudah dipersiapkan untuk kehamilan akhirnya luruh karena tidak terjadi pembuahan. Jadi, darah haid bukanlah limbah atau kotoran, melainkan bagian dari siklus reproduksi alami wanita.
Banyak orang percaya bahwa minum air dingin saat haid bisa menyebabkan darah membeku atau rahim mengeras, sehingga menstruasi tertunda. Mitos haid yang sering disangka fakta ini sebenarnya tidak memiliki dasar medis.
Suhu minuman yang kita konsumsi tidak berpengaruh terhadap kelancaran haid karena sistem pencernaan dan sistem reproduksi bekerja secara terpisah. Fakta seputar haid menunjukkan bahwa penyebab haid tidak lancar lebih berkaitan dengan faktor hormonal, stres, atau kondisi kesehatan tertentu.
Mitos lainnya yang juga masih banyak dipercaya adalah larangan keramas saat menstruasi. Alasannya, katanya, pori-pori kepala terbuka dan bisa menyebabkan sakit kepala.
Padahal, ini hanyalah kesalahpahaman tentang menstruasi. Sakit kepala saat haid lebih sering disebabkan oleh gejala PMS, bukan karena keramas. Justru, menjaga kebersihan tubuh selama haid sangat dianjurkan agar tubuh tetap segar dan nyaman.
Ada pula anggapan bahwa minum soda bisa memperlancar atau mempercepat haid. Lagi-lagi, ini adalah mitos haid yang tidak didukung bukti ilmiah.
Minuman bersoda diproses oleh sistem pencernaan, sementara haid terjadi di rahim. Tidak ada hubungan antara keduanya. Jadi, sebaiknya jangan mudah percaya sebelum mengetahui fakta seputar haid yang sesungguhnya.
Banyak perempuan panik saat siklus haidnya tidak pas 28 hari. Mereka mengira siklus tersebut adalah patokan mutlak. Padahal, setiap perempuan bisa memiliki durasi siklus yang berbeda.
Normalnya, siklus haid berkisar antara 21 hingga 35 hari, tergantung kondisi tubuh masing-masing. Berat badan, stres, olahraga, dan usia bisa memengaruhi lamanya siklus. Maka dari itu, penting untuk meluruskan mitos haid ini agar tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Percaya pada mitos haid yang sering disangka fakta bisa menyesatkan dan membuat perempuan salah dalam menjaga kesehatannya. Dengan mengenali fakta seputar haid yang sebenarnya, kita bisa mengambil langkah yang lebih bijak dan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health.clevelandclinic.org