Ilustrasi cacar api. (Freepik)
INDOZONE.ID - Cacar api atau Herpes Zoster disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella-Zoster (VZV), yaitu virus yang sama menyebabkan cacar air. Pencegahannya bisa dilakukan dengan cara vaksinasi.
Sekitar 9 dari 10 orang dewasa berusia di atas 50 tahun sudah memiliki virus yang menyebabkan cacar api. Penyakit ini tidak bisa menular dari satu orang ke orang lainnya.
Country Medical Director GSK Indonesia, dr. Calvin Kwan menjelaskan, penurunan imun menjadi salah satu risiko penyebab Herpes Zoster atau cacar api. Lebih dari sekadar ruam, cacar api dapat menyebabkan kemunculan komplikasi seperti Nyeri Pascaherpes (NPH), Herpes Zoster Oftalmikus (HZO), komplikasi saraf dan kulit.
“Cacar api muncul sebagai ruam menyakitkan dan gatal pada satu sisi tubuh atau wajah. Beberapa faktor risiko yang turut berkontribusi terhadap kejadian Herpes Zoster pada populasi Indonesia ialah HIV/AIDS, penyakit autoimun, penyakit kanker, penyakit diabetes, serta beberapa penyakit kronis lainnya,” ujarnya dalam acara Edukasi Bahaya Cacar Api yang diinisiasi GSK di Jakarta, Selasa (22/7/2025).
Edukasi Bahaya Cacar Api yang diinisiasi GSK di Jakarta, Selasa (22/7/2025). (Indozone/Dewi)
Baca juga: Selamat Tinggal Cacar Api, Inilah Cara Jitu Mencegah dan Mengenali Gejalanya
“Jadi vaksinasi ini sebetulnya untuk pencegahan. Kalau dari data, itu hampir 93% pasien yang sudah divaksin itu bisa tercegah dari terkena cacar api. Jadi masih ada kemungkinan untuk bisa terkena, tapi dari data penelitian yang ada, itu 93%,” tambah dokter.
Efek samping vaksinasi cacar api jelas ada. Baik untuk orang yang sudah 50 tahun ke atas dan 18 tahun ke atas, efek sampingnya berbeda.
“Efek yang paling umum itu biasanya adalah efek lokal. Jadi seperti dengan vaksin pada umumnya gitu ya, biasa nyeri di tempat suntikan kan gitu ya, kemudian setelah vaksin biasanya badan mungkin agak merasa nggak enak sedikit gitu,” terangnya.
Baca juga: Maia Estianty Cerita Pengalaman Buruk Kena Cacar Air: Beda Gak Kayak Virus Cinta
Sebelum vaksin, kamu wajib konsultasikan ke dokter. Karena dokter lebih tahu mengenai kondisinya.
“Kondisi khusus itu sebetulnya lebih perlu dilindungi dengan vaksin. Tapi balik lagi, masing-masing orang kan berbeda. Jadi sarannya adalah konsultasikan juga ke dokter," saran dia.
Kondisi khusus yang pertama, jelas kalau pada saat sakit. Lalu ketika kamu sedang terinfeksi cacar api juga gak boleh vaksin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan