Ilustrasi seseorang mengalami migrain dengan aura. (Freepik)
INDOZONE.ID - Migrain dengan aura merupakan salah satu jenis sakit kepala berat, yang ditandai dengan kemunculan gangguan penglihatan sebelum serangan sakit kepala terjadi.
Dikutip dari American Optometric Association, gejala visual ini bisa berupa kilatan cahaya, cahaya berpendar (scintillating), hingga penggelapan penglihatan. Baik itu di bagian tengah maupun pinggir pandangan.
Migrain dengan aura memiliki penyebab dan pemicu yang mirip dengan jenis migrain lainnya. Beberapa faktor yang diketahui dapat memicu kondisi ini antara lain:
Baca juga: Catat! Begini Cara Pulih dari ‘Hangover’ Migrain
Sebelum rasa nyeri kepala menyerang, penderita biasanya mengalami gangguan visual seperti kilatan cahaya atau penglihatan yang menggelap. Aura ini umumnya bermula dari tengah pandangan, dan meluas ke bagian luar. Kemudian diikuti dengan sakit kepala berat.
Namun, apabila migrain disertai dengan gejala berat seperti pupil yang tidak sama besar, pupil yang sangat melebar atau menyempit, serta mual dan muntah hebat, kondisi ini bisa mengindikasikan gangguan yang serius bahkan mengancam jiwa.
Dalam kasus seperti ini, dibutuhkan penanganan medis darurat sesegera mungkin.
Ilustrasi migrain dengan mengalami gangguan penglihatan. (Freepik)
Untuk memastikan penyebab dari gangguan visual, diperlukan pemeriksaan mata oleh dokter optometri. Langkah ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain seperti robekan atau lepasnya retina, maupun kerusakan lain pada struktur dalam mata.
Setelah kondisi mata dinyatakan normal, pasien biasanya akan dirujuk ke dokter layanan primer untuk evaluasi lebih lanjut terkait migrain atau kemungkinan tekanan darah tinggi.
Penanganan migrain dapat melibatkan kombinasi pengobatan, perubahan gaya hidup, serta pengendalian faktor pemicu.
Langkah pencegahan terbaik adalah dengan menghindari situasi atau pemicu yang diketahui dapat memicu serangan migrain. Ini termasuk menjaga pola tidur, menghindari stres berlebih, serta membatasi konsumsi makanan atau minuman tertentu seperti anggur merah.
Oleh karena itu, dengan memahami gejala dan faktor risiko migrain dengan aura, kamu diharapkan lebih waspada dan segera mengambil tindakan tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih parah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: American Optometric Association