Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 09:20 WIB

Tiga Pola Diet Ini Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kronis pada Lansia

Tiga Pola Diet Ini Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kronis pada LansiaIlustrasi lansia menerapkan pola diet sehat agar tetap sehat. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sejumlah orang yang memasuki usia lanjut, umumnya kerap diiringi dengan berbagai tantangan kesehatan. Termasuk peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, radang sendi, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga demensia. 

Dikutip dari Medical News Today, ada suatu studi terbaru dari para peneliti di Swedia, membawa harapan baru bagi para lansia yang ingin menjaga kesehatannya melalui pola makan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging ini menunjukan, lansia yang mengonsumsi makanan sehat, mengalami perkembangan penyakit kronis yang lebih lambat.

Selain itu, mereka memiliki jumlah penyakit kronis yang lebih sedikit, dibandingkan lansia yang menjalani pola makan proinflamasi.

Baca juga: 7 Menu Makanan yang Cocok bagi Lansia agar Tetap Sehat

Hubungan antara Pola Makan dan Proses Menua

Seiring bertambahnya usia, tubuh rentan mengalami berbagai gangguan seperti penurunan pendengaran, gangguan mobilitas, hingga lemahnya sistem imun.

Meskipun penurunan ini adalah bagian alami dari proses menua, namun perlu adanya langkah preventif. Misal, memperbaiki pola makan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis.

Dalam studi ini, para peneliti fokus pada sejumlah penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan neuropsikiatri, dan gangguan sistem muskuloskeletal

Data yang dianalisis berasal dari Swedish National Study on Aging and Care in Kungsholmen (SNAC-K), sebuah basis data jangka panjang yang mencatat indikator kesehatan, riwayat medis, dan hasil tes kognitif pada kelompok usia lanjut.

Tiga Pola Diet Ini Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kronis pada LansiaIlustrasi lansia tengah menikmati hidangan makanan sehat agar tubuh tetap terjaga dengan baik. (Freepik)

Sebanyak lebih dari 2.400 lansia dengan rata-rata usia 71,5 tahun menjadi bagian dari penelitian ini. 

Mereka kemudian dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan hasil kuesioner pola makan, yakni:

  • MIND (Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay): Pola makan yang menekankan konsumsi buah, sayur, biji-bijian utuh, dan lemak sehat.
  • AHEI (Alternative Healthy Eating Index): Menilai kualitas diet berdasarkan makanan yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti ikan, biji-bijian, buah, dan sayur.
  • AMED (Alternative Mediterranean Diet): Fokus pada makanan nabati dan lemak sehat, dengan penyesuaian tertentu terhadap konsumsi daging merah.
  • EDII (Empirical Dietary Inflammatory Index): Pola makan yang bersifat proinflamasi, tinggi kandungan daging merah, makanan olahan, dan minuman manis.

Tiga pola makan pertama dikategorikan sebagai diet sehat, sementara EDII dianggap sebagai pola makan yang memicu peradangan.

Diet Sehat Kurangi Jumlah Penyakit Kronis

Dalam periode 15 tahun, peserta yang mengikuti pola makan sehat, mengalami penambahan penyakit kronis yang lebih lambat. Mereka juga tercatat memiliki hingga dua penyakit kronis lebih sedikit, dibandingkan peserta yang tidak menjalankan pola makan sehat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Medical News Today

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tiga Pola Diet Ini Bantu Kurangi Risiko Penyakit Kronis pada Lansia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!