Ilustrasi lansia menerapkan pola diet sehat agar tetap sehat. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sejumlah orang yang memasuki usia lanjut, umumnya kerap diiringi dengan berbagai tantangan kesehatan. Termasuk peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, radang sendi, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), hingga demensia.
Dikutip dari Medical News Today, ada suatu studi terbaru dari para peneliti di Swedia, membawa harapan baru bagi para lansia yang ingin menjaga kesehatannya melalui pola makan.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Aging ini menunjukan, lansia yang mengonsumsi makanan sehat, mengalami perkembangan penyakit kronis yang lebih lambat.
Selain itu, mereka memiliki jumlah penyakit kronis yang lebih sedikit, dibandingkan lansia yang menjalani pola makan proinflamasi.
Baca juga: 7 Menu Makanan yang Cocok bagi Lansia agar Tetap Sehat
Seiring bertambahnya usia, tubuh rentan mengalami berbagai gangguan seperti penurunan pendengaran, gangguan mobilitas, hingga lemahnya sistem imun.
Meskipun penurunan ini adalah bagian alami dari proses menua, namun perlu adanya langkah preventif. Misal, memperbaiki pola makan dapat membantu menurunkan risiko penyakit kronis.
Dalam studi ini, para peneliti fokus pada sejumlah penyakit kronis yang umum terjadi pada lansia, seperti penyakit kardiovaskular, gangguan neuropsikiatri, dan gangguan sistem muskuloskeletal.
Data yang dianalisis berasal dari Swedish National Study on Aging and Care in Kungsholmen (SNAC-K), sebuah basis data jangka panjang yang mencatat indikator kesehatan, riwayat medis, dan hasil tes kognitif pada kelompok usia lanjut.
Sebanyak lebih dari 2.400 lansia dengan rata-rata usia 71,5 tahun menjadi bagian dari penelitian ini.
Mereka kemudian dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan hasil kuesioner pola makan, yakni:
Tiga pola makan pertama dikategorikan sebagai diet sehat, sementara EDII dianggap sebagai pola makan yang memicu peradangan.
Dalam periode 15 tahun, peserta yang mengikuti pola makan sehat, mengalami penambahan penyakit kronis yang lebih lambat. Mereka juga tercatat memiliki hingga dua penyakit kronis lebih sedikit, dibandingkan peserta yang tidak menjalankan pola makan sehat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical News Today