Ilustrasi eksim yang gatal (Istimewa)
INDOZONE.ID - Eksim atau dermatitis atopik adalah peradangan kulit kronis yang sering kambuh dan membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan, ada banyak cara untuk mengurangi gejalanya, mulai dari cara mengobati gatal eksim secara alami hingga penggunaan obat medis. Berikut diantaranya.
Ilustrasi cewek alami eksim. (Freepik/Kmpzzz)
Eksim dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti iritasi, stres, maupun makanan tertentu. Kondisi ini umumnya muncul di tangan, leher, wajah, lipatan siku, atau belakang lutut.
Baca juga: Pernahkah Kamu Gatal-gatal Saat Cemas? Ini Penyebab hingga Cara Mengatasinya
- Reaksi alergi terhadap sabun, deterjen, atau bahan kimia.
- Perubahan cuaca ekstrem.
- Stres emosional.
- Faktor keturunan.
- Kulit yang terlalu kering.
- Kulit sangat gatal, terutama malam hari.
- Ruam kemerahan, kering, atau bersisik.
- Kulit menebal, pecah-pecah, atau luka akibat garukan.
- Kadang muncul lepuhan berair.
Memahami penyebab dan gejalanya sangat penting agar bisa melakukan pertolongan pertama pada gatal eksim sebelum kondisinya memburuk.
Baca juga: Mengapa Label Pakaian Dapat Membuat Kulit Menjadi Gatal? Ini Penjelasannya
Ilustrasi kulit eksim (freepik.com)
Kenali dan jauhi faktor yang memicu kambuhnya eksim, seperti sabun antiseptik, deterjen keras, bahan pakaian sintetis atau wol, debu, serta makanan yang memicu alergi seperti telur dan kacang. Stres emosional juga dapat memperburuk gejala, sehingga penting untuk mengelolanya.
Krim kortikosteroid ringan hingga sedang biasanya diresepkan untuk mengurangi peradangan. Pada kasus tertentu, dokter juga memberikan obat imunosupresan topikal. Gunakan sesuai dosis dan anjuran medis.
Batasi waktu mandi sekitar 10-15 menit dan gunakan sabun bebas SLS yang aman untuk kulit sensitif. Air hangat membantu menjaga kelembapan alami kulit.
Meditasi, yoga, atau olahraga ringan dapat membantu mengurangi stres yang menjadi salah satu pemicu eksim. Pendekatan ini penting terutama bagi penderita yang sering mengalami flare-up.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthmatters.nyp.org