Ilustrasi aparat di tengah gas air mata. (Healthline)
INDOZONE.ID - Gas air mata (tear gas) adalah zat kimia yang dirancang untuk menyebabkan iritasi parah pada mata, mulut, tenggorokan, paru-paru, dan kulit.
Meskipun namanya gas, sebenarnya ia adalah zat padat yang menyebar dalam bentuk aerosol. Paparan gas air mata dapat menimbulkan sensasi terbakar, pandangan kabur, batuk, dan kesulitan bernapas.
Dalam situasi darurat, mengetahui cara meminimalisir efek gas air mata sangat penting untuk melindungi diri dan orang di sekitarmu. Berikut adalah 5 langkah praktis dan cepat yang bisa kamu lakukan.
Baca juga: 5 Cara Efektif Menghadapi Pasangan yang Sering Kabur saat Ada Masalah
Langkah paling utama adalah menghindari area di mana gas air mata ditembakkan. Jika kamu melihat atau mendengar gas air mata, segera menjauh dari arah datangnya asap.
Gas air mata bekerja paling efektif di area yang terkurung atau padat. Segera cari tempat yang lebih terbuka atau angin bertiup menjauh.
Mata adalah organ paling rentan terhadap gas air mata. Segera tutup matamu, jangan digosok. Paparan gas akan menyebabkan sensasi perih dan terbakar, tapi menggosok mata hanya akan memperparah iritasi.
Untuk melindungi pernapasan, tutup mulut dan hidung. Jika memungkinkan, gunakan kain basah atau masker gas (respirator) untuk menyaring partikel. Jika tidak ada, gunakan selembar kain atau pakaian kering untuk menutupi mulut dan hidung.
Baca juga: Bisa Bikin Tampan! Berikut 6 Model Rambut Pria untuk Rambut Lurus yang Keren dan Stylish
Partikel gas air mata dapat menempel pada pakaian. Segera setelah berada di tempat yang aman, lepaskan pakaianmu.
Hindari menarik pakaian dari atas kepala karena partikel bisa menyebar ke wajah dan mata. Lebih baik gunting atau robek pakaian dari sisi. Setelah itu, simpan pakaian yang terkontaminasi dalam tas plastik untuk diisolasi.
Membersihkan tubuh dengan benar adalah kunci untuk mengurangi efek gas air mata.
Hindari menggunakan pelembap, salep, atau krim berbasis minyak pada kulit yang terpapar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Line