Ilustrasi aparat di tengah gas air mata. (Healthline)
INDOZONE.ID - Gas air mata (tear gas), yang nama ilmiahnya sering disebut sebagai senyawa CS (chlorobenzylidenemalononitrile) atau CN (chloroacetophenone), adalah zat kimia yang sering digunakan oleh aparat keamanan untuk membubarkan kerumunan.
Meskipun dianggap sebagai senjata non-mematikan, paparan gas air mata, terutama dalam dosis besar atau durasi yang lama, dapat menimbulkan efek berbahaya yang serius bagi kesehatan.
Zat ini bekerja dengan mengiritasi membran mukosa pada mata, hidung, mulut, dan saluran pernapasan, memicu reaksi yang menyakitkan.
Namun, bahayanya tidak berhenti di situ. Berikut adalah rincian mengenai efek berbahaya terlalu banyak terpapar gas air mata yang perlu kamu ketahui:
Baca juga: 5 Model Rambut Pria untuk Rambut Keriting yang Keren dan Mudah Ditata
Salah satu dampak paling cepat dan serius adalah pada sistem pernapasan. Ketika terhirup, partikel gas air mata akan menyebabkan:
Mata adalah organ yang paling rentan terhadap gas air mata. Paparan langsung dapat menyebabkan:
Rasa Terbakar dan Nyeri: Mata akan terasa sangat perih dan terbakar, memicu produksi air mata yang berlebihan.
Baca juga: 5 Cara Jitu Meminimalisir Efek Gas Air Mata: Panduan Praktis dan Cepat saat Darurat
Sementara itu, pada kulit, gas air mata dapat menyebabkan:
Selain efek fisik, gas air mata juga dapat memengaruhi sistem saraf. Orang yang terpapar bisa mengalami:
Jika seseorang terpapar gas air mata berulang kali atau dalam dosis tinggi, risiko kesehatan jangka panjang dapat meningkat, antara lain:
Meskipun sering dilabeli "non-mematikan," efek gas air mata tidak boleh diremehkan. Paparan berlebihan dapat menimbulkan bahaya serius bagi sistem pernapasan, mata, dan organ vital lainnya.
Memahami dampak ini adalah langkah awal untuk lebih berhati-hati dan selalu mengutamakan keselamatan diri dalam setiap situasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Health Line