stress kerja (freepik/yanalya)
INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah karoshi? Istilah ini digunakan oleh warga jepang untuk menyebutkan kematian akibat terlalu banyak bekerja, intinya sama kaya kata-kata "kerja,kerja,kerja, tipes" .
Kedengarannya ekstrem, tapi fenomena ini nyata dan bisa terjadi di mana saja, termasuk di sekitar kita.
Sejak tahun 1919, International Labor Organization (ILO) sudah menegaskan kalau jam kerja ideal itu 48 jam per minggu atau 8 jam sehari.
Masih boleh lebih, tapi ada batas: maksimal 10 jam per hari atau 56 jam per minggu. Kalau soal lembur, sebaiknya nggak lebih dari 2 jam sehari atau 8 jam per minggu.
Masalahnya, banyak orang yang bekerja jauh di atas batas tersebut. Hasilnya? Tubuh dipaksa terus-terusan, padahal kapasitasnya terbatas.
Jam kerja yang panjang bikin stres gampang menumpuk. Faktor lain seperti komunikasi yang buruk, minim dukungan, hingga gaji rendah juga memperparah keadaan.
Stres kronis ini gam cuma bikin kita burnout dan depresi doang, tapi bisa menyerang tubuh lewat tekanan darah tinggi, detak jantung lebih cepat, sistem imun melemah, dan risiko penyakit jantung atau stroke.
Kebiasaan coping yang salah bisa bikin memperbesar peluang datangnya penyakit serius loh, emang coping jelek itu apa sih? Coping jelek itu kaya merokok, minum alkohol bahkan makan sembarang merupakan kebiasaan Coping jelek.
Nggak sedikit orang yang mengorbankan tidur demi kerja. Padahal, kurang tidur punya hubungan erat dengan peningkatan hormon stres (kortisol), peradangan, hingga penyempitan pembuluh darah.
Itu sebabnya, orang yang sering begadang lebih rentan kena serangan jantung atau stroke.
Kerja keras itu penting tapi jangan sampai melampaui batas. Ingat, tubuh kita butuh istirahat supaya bisa terus produktif dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline