Ilustrasi bayam (Freepik/Racool_studio)
INDOZONE.ID - Bayam sudah lama jadi sayuran favorit di meja makan orang Indonesia. Rasanya segar, mudah diolah, dan kaya nutrisi.
Namun, ada banyak informasi yang sering salah kaprah tentang bayam. Mari kita bahas fakta dan mitosnya.
Banyak yang menganggap bayam sebagai sumber zat besi utama. Faktanya, kandungan zat besinya tidak setinggi klaim yang beredar.
Ditambah lagi, adanya asam oksalat justru menghambat penyerapan zat besi. Untuk hasil maksimal, bayam sebaiknya dikombinasikan dengan vitamin C atau protein hewani.
Baca juga: 4 Rekomendasi Menu Sarapan Tinggi Vitamin D untuk Bikin Mood Lebih Stabil
Bayam yang sudah dimasak sebaiknya segera dikonsumsi. Jika terlalu lama dibiarkan, proses oksidasi bisa menurunkan kandungan vitamin dan mineralnya. Bukan berarti menjadi racun, tetapi nutrisinya berkurang.
Yang berisiko bukan sekadar dimasak ulang, melainkan penyimpanan yang salah. Nitrat dalam bayam bisa berubah menjadi nitrit jika terlalu lama berada di suhu ruang. Simpan di kulkas jika ingin menghangatkannya kembali.
Baca juga: Jus Buah untuk Detoks Tubuh Secara Alami
Sayuran berdaun seperti bayam, kangkung, dan sawi sebaiknya dimasak kurang dari tiga menit. Sedangkan sayuran keras seperti wortel atau brokoli butuh 3–10 menit.
Memasak singkat dengan suhu tepat membantu menjaga nutrisi.
Bayam tetap sehat dan bermanfaat jika diolah dengan benar. Hindari percaya mitos tanpa dasar dan biasakan mengonsumsi sayur setiap hari untuk mendukung pola makan seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube @kusumahospital1370