INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan RI bersama dengan Kementerian Kerja Sama Ekonomi Federal Jerman (BMZ), Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, dan sejumlah rumah sakit telah menjalin kemitraan dalam upaya memperkuat penanganan kanker serviks di Indonesia.
Program ACTIVE 2.0 (Enhancing Cervical Cancer Treatment & Patient Recovery Across Southeast Asia) baru saja diluncurkan dalam rangka menyempurnakan prosedur radioterapi di berbagai rumah sakit, meningkatkan hasil perawatan pasien, dan memperkuat sistem layanan kanker secara nasional.
Baca juga: Perjuangan Bella Hadid Melawan Penyakit Lyme yang Diderita Sejak Remaja
Program ini merupakan bagian dari kerjasama bilateral antara Indonesia dan Jerman. Program ini juga didukung oleh Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG), Elekta, The Federation of Asian Organizations for Radiation Oncology (FARO) difasilitasi oleh Asia Society for Social Improvement and Sustainable Transformation (ASSIST).
Baca juga: Frozen Shoulder yang Bikin Gerak Terbatas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Terdapat empat rumah sakit nasional yang menjadi rujukan yaitu RS Kanker Dharmais, RS Cipto Mangunkusumo, RS Sardjito, dan RSUP Dr. Mohammad Hoesin. Rumah sakit tersebut ditunjuk untuk menjadi pusat pelatihan, pengembangan infrastruktur, dan penyedia dukungan pemulihan pasien.
Selain itu, kerja sama yang didukung oleh DEG Impulse dan Elekta ini berlangsung selama tiga tahun dan diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan kanker di Indonesia secara berkelanjutan.
Baca juga: 105 Caption untuk Anak Perempuan Pertama, Bahasa Inggris!
Kanker serviks jadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia saat ini. Setiap tahun, terdapat kasus mencapai 36.000 kasus baru, dengan prevalensi 23 kasus per 100.000 perempuan.
Lewat program ACTIVE 2.0, rumah sakit di Indonesia bakal mendapatkan akses teknologi radioterapi mutakhir, bimbingan pakar internasional, dan program pelatihan khusus.
Baca juga: Penderita Asam Lambung Ternyata Masih Bisa Minum Kopi, Simak Caranya Berikut
“Kementerian Kesehatan menyambut baik kerja sama ini yang merupakan komitmen kami Restricted Information and Basic Personal Data untuk memperkuat layanan kanker di dalam negeri,” ujar Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - Dr. Obrin Parulian, M.Kes.
“Kolaborasi ini sejalan dengan Transformasi Kesehatan khususnya untuk pelayanan onkologi sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga medis di berbagai rumah sakit nasional.” sambungnya.
Baca juga: Terkuak! Penelitian Temukan Rahasia Hidup Sehat Sampai 117 Tahun, Bukan Cuma Faktor Keturunan
Sementara itu, Head of Cooperation with the Private Sector, BMZ, Mr Benjamin Knodler mengungkapkan bahwa ia bangga dapat berkontribusi dalam kemitraan jangka panjang dan kegiatan knowledge sharing.
Ia menyebut bahwa ACTIVE 2.0 menjadi contoh kolaborasi dalam membangun layanan kanker yang tangguh dan berkualitas dapat dilakukan di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Project Director ACTIVE 2.0, Paul Lee mengatakan ACTIVE 2.0 memiliki tujuan untuk bantu rumah sakit menyediakan layanan kanker. Layanan ini diberikan melalui kegiatan pelatihan, pembangunan infrastruktur, dan perencanaan jangka panjang.
Baca juga: Sering Merasa Tertinggal dari Teman Sebaya? Ini 6 Cara Hadapi Perasaan Itu
“Kami bangga dapat mendukung pengembangan teknologi radioterapi di Indonesia bersama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai rumah sakit,” ujarnya.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI, BMZ, dan Kedutaan Besar Jerman, diharapkan menjadi sebuah komitmen bersama untuk memperkuat layanan kesehatan dan meningkatkan hasil perawatan pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release