Ilustrasi obesitas (phillyvoice.com)
INDOZONE.ID - Obesitas adalah penyakit kronis yang kompleks, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, biologis, lingkungan, dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan solusi komprehensif yang lebih dari sekadar tekad.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI 2023) menunjukkan bahwa angka obesitas pada dewasa mencapai 23,4%, yang berarti 1 dalam 4 orang Indonesia hidup dengan obesitas.
Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa obesitas membebani Indonesia hampir Rp 78 triliun per tahun. Angka-angka ini mencerminkan skala tantangan: beban bagi keluarga, komunitas, tempat kerja, dan sistem kesehatan.
Baca juga: Epidemi Obesitas di Indonesia: Tantangan Kesehatan yang Serius dan Upaya Penanganannya
Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Elvieda Sariwati, mengungkapkan hasil data cek kesehatan gratis yang dilakukan pada lebih dari 30 juta penduduk di Indonesia.
"Nah dari data cek kesehatan gratis yang sudah kita lakukan pada lebih dari 30 juta penduduk di Indonesia, itu ternyata obesitas sentral atau obesitas sistemik itu pada dewasa dan lansia itu 34,9% atau hampir berdekatnya 36% dari yang sudah melakukan cek kesehatan," ujar Elvieda Sariwati, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kementerian Kesehatan RI saat jumpa pers di Ballroom InterContinental Jakarta Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin.
"Berarti 1 dari 3, kalau tadi kan 1 dari 4, jadi misalnya di 1 dari 3, itu yang sudah dilakukan. Jadi memang obesitas kita makin terus meningkat," tambahnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa 34,9% atau hampir 36% dari peserta cek kesehatan mengalami obesitas sentral atau obesitas sistemik, baik pada dewasa maupun lansia. Ini berarti bahwa 1 dari 3 orang yang melakukan cek kesehatan mengalami obesitas. Elvieda menekankan bahwa angka obesitas di Indonesia terus meningkat.
Dengan ini, Novo Nordisk Indonesia hari ini meluncurkan "Harapan
yang Meringankan", sebuah kampanye terkait kesadaran penyakit tingkat nasional yang mematahkan mitos dan stigma seputar obesitas serta mengangkat suara individu yang hidup dengan obesitas.
"Perusahaan berusia 100 tahun ini memiliki visi untuk mendorong perubahan dalam penyakit kronis yang serius. Diabetes selalu diyakini sebagai induk dari segala penyakit. Namun, setelah banyak penelitian dan penelitian ilmiah dari para dokter di seluruh dunia, kami menyadari bahwa jika seseorang mengalami obesitas, ada kecenderungan tinggi orang tersebut akan terkena diabetes," kata ujar Sreerekha Sreenivasan, General Manager Novo Nordisk Indonesia.
Kampanye ini juga menyoroti bahwa obesitas bukanlah akibat dari kemalasan atau kurangnya disiplin. Pola makan sehat dan olahraga memang penting, tapi tidak selalu cukup untuk mengatasi masalah ini.
"Jika seseorang menderita diabetes yang tidak terkontrol, ada kemungkinan lebih tinggi orang tersebut akan terkena penyakit jantung. Jika seseorang mengalami obesitas, ada kecenderungan lebih tinggi untuk terkena penyakit hati berlemak, dan daftarnya terus bertambah. Jadi apa yang kami sadari melalui penelitian adalah bahwa jika Anda ingin mengubah penyakit kronis di seluruh dunia, Anda perlu bekerja pada akar masalahnya, dan apa yang kami sadari adalah bahwa obesitas merupakan akar dari masalah sejumlah individu kami," ujarnya.
Penelitian menunjukkan bahwa penyakit kronis seperti diabetes yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Obesitas juga dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak. Oleh karena itu, penting untuk mengatasi akar masalah penyakit kronis, yaitu obesitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung