Obat keracunan makanan (photo/pixabay/Gadini)
INDOZONE.ID - Kabar mengenai keracunan Makanan Bergizi Gratis atau MBG disejumlah daerah semakin santer dan viral. Perlunya kewaspadaan akan masalah ini dan tahu pertolongan pertama jika mengalami keracunan.
Dietisien dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta Fitri Hudayani membagikan cara pertolongan pertama akibat keracunan. Ada sederet makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi untuk meredakan gejala keracunan dan gangguan pencernaan.
Berikut ulasan selengkapnya yang bisa kamu simak.
Fitri mngtkn mengonsumsi air kelapa dapat menjadi pilihan untuk memulihkan dehidrasi karena keluar banyak cairan terutama setelah keracunan yang menyebabkan muntah dan diare.
“Air kelapa mengandung elektrolit sehingga bisa memulihkan, dan air kelapa juga tidak terlalu asam di lambung sehingga dapat membantu mengurangi asam yang dapat meningkatkan rasa nyaman di perut dan membantu memulihkan gejala dehidrasi,” kata Fitri kepada ANTARA, Rabu.
Baca juga: Cegah Keracunan, Gubernur Sultra Terbitkan SE Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
Selain itu, makanan yang mudah dicerna bisa diberikan untuk meredakan mual atau saat pemulihan pascakeracunan dan hindari makanan yang memperburuk gejala seperti makanan bergas, dan makanan yang merangsang rasa mual. akanan yang baik misalnya bubur halus.
Makan pedas setelah keracunan bisa memperparah kondisinya. Hindari laukn pedas agar perut dalam kondisi aman.
Sayuran yang tidak terlalu berserat dan makanan dapat ditingkatkan kepadatannya sesuai dengan proses pemulihan.
Hindari juga makanan terlalu berlemak misalnya gorengan, santan, atau susu full cream yang dapat merangsang gangguan pencernaan sehingga memperburuk gejala.
Fitri mengatakan, saat keracunan biasanya gejala yang timbul adalah diare, muntah, nyeri perut, dan sakit kepala yang biasanya bersifat individual.
Hal ini karena proses pemasakan yang tidak steril, penyimpanan yang kurang baik, atau jenis masakan yang berisiko disimpan terlalu lama menyebabkan basi lebih cepat seperti makanan bersantan.
Fitri mengatakan makanan bisa terkontaminasi silang dengan bakteri ketika saat memegang makanan tidak menjaga kebersihan dirinya, serta air yang dikonsumsi untuk memasak terdapat bakteri sehingga menumbuhkan patogen yang menyebabkan keracunan.
Jika dalam kondisi tertentu pasien memiliki gejala berat dengan muntah hebat terus menerus atau diare yang tidak kunjung pulih, maka disarankan melakukan tindakan medis yang serius untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA