Audy Item. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)
INDOZONE.ID - Penyanyi Audy Item secara terang-terangan berbagi pengalaman pribadinya menghadapi obesitas dalam kampanye nasional bertajuk "Harapan yang Meringankan" yang diluncurkan Novo Nordisk Indonesia.
Audy mengatakan bahwa hidup dengan obesitas itu tidaklah mudah. Dia menekankan bahwa banyak orang berpikir bahwa mengatasi obesitas hanya sekadar mengurangi makan atau berolahraga lebih banyak, namun kenyataannya jauh lebih kompleks dari itu.
Melalui kampanye tersebut, Audy ingin menyampaikan pesan bahwa mereka yang berjuang dengan obesitas tidak sendirian dan bahwa mencari bantuan adalah hal yang wajar.
Baca juga: Mengubah Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Obesitas
"Hidup dengan obesitas tidak mudah. Orang sering berpikir itu sekadar mengurangi makan atau berolahraga lebih banyak, tapi kenyataannya jauh lebih kompleks. Melalui kampanye ini, saya ingin orang lain tahu bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa mencari bantuan adalah hal yang wajar,” kata Audy saat diskusi kesehatan terkait obesitas, di Jakarta, Senin.
Kampanye ini menyoroti bahwa obesitas bukan berangkat dari kemalasan atau kurangnya disiplin, melainkan penyakit kronis multifaktorial yang dipengaruhi faktor genetik, biologis, lingkungan, dan sosial.
Pendekatan yang hanya mengandalkan tekad sering kali tidak cukup, sehingga diperlukan dukungan medis dan solusi komprehensif.
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tercatat 23,4% orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas.
Studi sebelumnya juga mengungkapkan, beban ekonominya menembus Rp78 triliun per tahun. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi keluarga, komunitas, hingga sistem kesehatan.
Pemerintah memperkenalkan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Obesitas untuk meningkatkan standar pengelolaan obesitas di fasilitas kesehatan.
Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Obesitas Bisa Rusak Jantung, Ginjal, hingga Mental
Dokumen ini menetapkan empat pilar utama, yaitu diet, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan bedah bariatrik, sebagai acuan dalam menangani pasien obesitas.
Kampanye “Harapan yang Meringankan” juga ikut menyuarakan kisah pasien lain yang merasa frustrasi setelah gagal dengan berbagai metode diet.
Perkembangan medis telah membuka opsi baru dalam pengelolaan obesitas melalui terapi berbasis GLP-1, yang dapat dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan