Ilustrasi sakit dada pada wanita. (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak perempuan langsung panik saat merasakan nyeri di dada karena takut terkena serangan jantung. Padahal, penyebab nyeri dada pada perempuan bisa sangat beragam mulai dari gangguan otot, peradangan, hingga masalah pencernaan. Berikut penyebab nyeri dada yang umum dialami perempuan.
Ilustrasi nyeri dada pada perempuan. (freepik)
Serangan jantung merupakan salah satu penyebab nyeri dada pada perempuan yang paling serius. Kondisi ini terjadi saat aliran darah ke jantung tersumbat akibat penumpukan plak di arteri koroner.
Perempuan sering kali mengalami gejala berbeda dibanding pria. Selain nyeri dada, bisa muncul rasa mual, pusing, kelelahan berat, atau nyeri di rahang dan kedua lengan.
Untuk membedakan perbedaan nyeri dada biasa dan nyeri jantung pada wanita, perhatikan durasinya. Nyeri jantung biasanya terasa seperti ditekan, tidak hilang dengan istirahat, dan menjalar ke bagian tubuh lain.
Baca juga: Penyebab Jerawat Dada dan Cara Mengatasinya dengan 7 Bahan Alami
Kardiomiopati stres atau broken heart syndrome bisa muncul setelah stres emosional berat, seperti kehilangan orang terdekat. Gejalanya mirip serangan jantung seperti nyeri dada, sesak napas, dan pusing. Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan paruh baya dan dapat sembuh jika ditangani dengan baik.
Perikarditis adalah peradangan pada lapisan pelindung jantung (perikardium). Nyerinya terasa tajam dan menusuk, bahkan bisa terasa seperti nyeri dada seperti ditusuk pada wanita, terutama saat menarik napas atau berbaring.
Kadang rasa sakit menjalar ke bahu atau leher, dan disertai gejala seperti batuk ringan, kelelahan, atau demam.
Naiknya asam lambung atau GERD sering membuat dada terasa panas dan terbakar (heartburn). Kondisi ini bisa bikin dada sakit di tengah, sehingga banyak orang mengira itu gejala jantung. Kalau kamu sering merasa dada seperti terbakar setelah makan besar atau berbaring, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari lambung, bukan jantung.
Baca juga: Jangan Abaikan Nyeri Dada! Ini Cara Mencegah Angin Duduk
Esofagitis adalah peradangan pada saluran makanan (esofagus) yang bisa menyebabkan nyeri di tengah dada.
Gejalanya sering muncul setelah makan atau ketika kamu langsung berbaring. Selain nyeri dada seperti terbakar, kadang juga terasa seperti ada makanan yang tersangkut di kerongkongan.
Pneumonia adalah infeksi paru-paru yang menyebabkan kantung udara terisi cairan. Akibatnya, napas terasa berat dan dada sakit di tengah, terutama saat batuk atau menarik napas dalam. Gejala lainnya meliputi demam, menggigil, batuk berdahak, dan mual. Ini salah satu penyebab nyeri dada pada perempuan yang sering disangka flu biasa.
Emboli paru terjadi ketika gumpalan darah menyumbat pembuluh di paru-paru. Rasa nyerinya tajam dan disertai sesak napas tiba-tiba, pusing, atau batuk berdarah. Kalau kamu merasa dada sakit seperti ditusuk dan susah bernapas, segera cari pertolongan medis, karena ini bisa berakibat fatal.
Kostokondritis adalah peradangan di tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dan tulang dada. Rasa sakitnya sering muncul di sisi kiri atau tengah dada, sehingga banyak perempuan mengira itu nyeri jantung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthsomeness.com