Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 OKTOBER 2025 • 20:00 WIB

Rumah Sakit Vertikal Naik Kelas! Tenaga Biomedis Dilatih Kuasai Teknologi Pencitraan Kanker

Rumah Sakit Vertikal Naik Kelas! Tenaga Biomedis Dilatih Kuasai Teknologi Pencitraan KankerPelatihan nakes untuk tenaga medis
INDOZONE.ID - Peran rumah sakit vertikal di Indonesia sudah semakin berkembang dalam penanganan penyakit kanker. Terutama soal transformasi teknologi kesehatan yang dibutuhkan sekarang ini.

Data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dan Globocan 2022 menunjukkan ada 408.661 kasus kanker dan 242.099 kematian terkait kanker di Indonesia pada tahun tersebut, dengan tingkat kematian mencapai 59,24%. Berdasarkan data GLOBOCAN 2020, jenis kanker yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara, diikuti oleh kanker serviks, kanker paru-paru, kanker kolorektal, dan kanker hati. 

Sebut saja RS Kemenkes Surabaya yang bersedia memperkuat pelayanan rumah sakit sebagai pusat pembelajaran dan inovasi kesehatan. Hal ini menjadi penting agar rumah sakit dan tenaga kesehatan bisa naik kelas dalam menangani kanker.

“Sebagai rumah sakit vertikal terbesar di Jawa Timur, kami berkomitmen untuk menjadi center of excellence yang mengintegrasikan layanan klinis, pendidikan, dan penelitian. Kami merasa terhormat karena dapat meningkatkan edukasi dan inovasi di bidang perawatan kanker,” ujar Plh Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, Dr. Martha Muliana Lumogom Siahaan, SH, MARS, M.Kes di Jakarta.

GE Healthcare bersama Ikatan Elektromedis Indonesia (IKATEMI) pun memfasilitasi sebuah workshop eksklusif untuk para praktisi tenaga biomedis di rumah sakit. Momen ini sebagai upaya memperkuat kemampuan tenaga biomedis dalam pengelolaan teknologi pencitraan medis modern seperti PET dan SPECT CT.

Baca juga: Bukan Cuma Berat Badan! Lemak di Perut Rupanya Bisa Picu Kanker

Peningkatan Kompetensi Tenaga Biomedis

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum DPP IKATEMI, Agus Komarudin, ST, MT, menilai bahwa setiap tenaga biomedis di Indonesia perlu menambah wawasan. Terutama dalam penguasaan teknologi pencitraan medis yang semakin canggih.

“Tenaga biomedis harus mampu mengoptimalkan dan merawat peralatan pencitraan secara mandiri. Dengan begitu, akurasi diagnostik dapat dijaga, dan keseragaman kompetensi di seluruh wilayah Indonesia dapat tercapai," tambah Agus.

Agus menambahkan, pelatihan seperti ini juga menjadi wadah bagi para tenaga teknis untuk memahami filosofi di balik teknologi, bukan sekadar pengguna, tapi juga pengembang solusi layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Baca juga: 5 Jenis Kanker Paling Sering Nyerang Pria dan Cara Mengurangi Risikonya

Peran Teknologi Medis


Sementara itu, CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo (Dadi), menegaskan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmennya dalam menghadirkan teknologi Precision Care, berupa perawatan yang presisi dan terpersonalisasi melalui teknologi seperti CT, MRI, PET, dan SPECT.

“Bagi kami, transfer pengetahuan bukan hanya bagian dari pelatihan teknis, tetapi juga upaya membangun kemandirian dan ketahanan sistem kesehatan nasional." 

“Kami ingin memastikan bahwa setiap inovasi yang kami hadirkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh talenta lokal, sehingga memberikan hasil yang nyata terhadap perawatan pasien," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenkes

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Rumah Sakit Vertikal Naik Kelas! Tenaga Biomedis Dilatih Kuasai Teknologi Pencitraan Kanker

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!