Ilustrasi Gen Z (Sumber: Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah kondisi ekonomi yang makin ketat, Generasi Z Indonesia tetap mempertahankan gaya hidup khas mereka. Bukan hanya soal kerja keras dan menabung, tapi juga menjaga identitas serta kesehatan mental. Meski harga-harga naik, pengeluaran untuk kecantikan, fesyen, dan makan di luar justru masih menjadi prioritas utama.
Data terbaru menunjukkan bahwa Gen Z lebih rela mengeluarkan uang demi tampil percaya diri dibanding menambah tabungan. Sekitar 20–21% pengeluaran mereka digunakan untuk produk kecantikan dan fesyen, sementara 14% lainnya untuk nongkrong atau makan di luar. Namun, bukan berarti mereka boros, banyak yang tetap memilih produk murah tetapi “value for money”.
Baca juga: Kenali Makna Hari Kesehatan Mental Sedunia 10 Oktober dan Cara Merayakannya
Bagi Gen Z, penampilan sama pentingnya dengan jati diri. Mereka tumbuh di era digital, di mana ekspresi diri di media sosial menjadi bagian penting dari kehidupan. Membeli skincare, outfit, atau sekadar makan cantik bukan cuma soal gaya, tapi juga bentuk self-care dan cara mengontrol stres di tengah hidup yang semakin berat.
Meski terlihat hedon, banyak Gen Z sadar akan pentingnya menjaga keseimbangan mental. Namun, tekanan untuk “selalu tampil oke” terkadang justru memunculkan stres baru. Validasi dari likes dan komentar bisa membuat lelah secara mental, bukannya bahagia.
Agar tetap menikmati hidup tanpa jadi korban tren, penting bagi Gen Z untuk menetapkan anggaran gaya hidup agar tidak kebablasan. Fokuslah pada nilai dan kualitas, bukan sekadar mengikuti hype. Selain itu, lakukan self-care tanpa konsumsi berlebihan, seperti olahraga, journaling, atau sekadar ngobrol dengan teman.
Baca juga: Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern : Tidak Hanya Soal Meditasi!
Gen Z Indonesia telah membuktikan bahwa mereka bukan generasi manja, melainkan generasi yang berani mengekspresikan diri sambil mencari keseimbangan. Mereka sadar bahwa tampil keren itu penting, tetapi yang lebih penting lagi adalah tetap waras dan autentik di dunia yang serba cepat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Uniad.ac.id