Ilustrasi orang tua yang sehat. (freepik)
INDOZONE.ID - Setiap orang memiliki tingkat penuaan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya perubahan pada jenis aktivitas dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Orang lanjut usia (lansia) sering kali kurang aktif secara fisik serta memiliki nafsu makan yang lebih rendah dibandingkan saat muda. Karena itu, energi mereka cenderung menurun. Para ilmuwan menyarankan agar lansia memperkaya asupan nutrisi untuk menjaga kesehatan dan energi tubuh.
Berdasarkan beberapa penelitian, 1 dari setiap 10 lansia yang tinggal mandiri di rumah mengalami kekurangan gizi. Angka ini meningkat menjadi 5 dari 10 orang lanjut usia di panti jompo dan 7 dari 10 lansia di rumah sakit.
Baca juga: Ternyata Otak Didominasi Lemak! Ini Alasannya Kenapa Nutrisi Penting Buat Kerja Otak
Menariknya, kasus kelebihan berat badan (obesitas) pun tidak menjamin seseorang terbebas dari malnutrisi. Ketika lansia mengalami penurunan berat badan, mereka kehilangan massa otot, sehingga berisiko menurunkan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penurunan berat badan pada lansia merupakan tanda utama malnutrisi yang harus ditangani, meski sering kali diabaikan karena dianggap sebagai tanda tubuh sehat dan ideal.
Penimbangan berat badan secara rutin, setidaknya sebulan sekali, menjadi strategi efektif untuk memantau kondisi ini dan memungkinkan respons cepat terhadap dugaan tanda-tanda malnutrisi.
Jika lansia hanya mampu mengonsumsi makanan dalam porsi kecil, mereka dapat menambahkan nutrisi ke dalamnya. “Fortifikasi” (penambahan zat gizi ke dalam makanan) adalah pendekatan efektif yang umum digunakan pada makanan siap saji seperti sereal, susu nabati, dan roti. Fortifikasi juga bisa dilakukan di rumah agar lansia tetap menikmati makanan yang mereka sukai.
Ilustrasi makanan kaya nutrisi (Freepik) (Freepik)
Protein merupakan nutrisi penting bagi semua orang, terutama lansia. Kehilangan massa otot (sarcopenia) adalah bagian alami dari proses penuaan, namun dapat diperlambat atau bahkan dicegah dengan konsumsi protein yang cukup secara teratur.
Strategi meningkatkan asupan protein:
Baca juga: Wellness Harian: Dari Nutrisi Fungsional ke Diagnosis Cerdas, Tren Kesehatan 2025
Aktivitas fisik sama pentingnya dengan pola makan. Keduanya membantu menjaga kesehatan, mencegah penyakit, meningkatkan kemandirian, serta memperbaiki fungsi kognitif, mental, dan kualitas tidur.
Latihan kekuatan sering kali diabaikan, padahal penting untuk menjaga keseimbangan dan mencegah jatuh. Lansia disarankan melakukan latihan kekuatan dan keseimbangan dengan intensitas sedang hingga tinggi setidaknya tiga kali seminggu.
Terakhir, jika Anda khawatir mengalami malnutrisi atau penurunan berat badan yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan solusi terbaik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Salon.com