Ilustrasi nyeri punggung (Pexels/Karolina Grabowska)
INDOZONE.ID - Bagi wanita, tulang belakang punya peran sangat penting dalam setiap gerakan tubuhnya. Tapi sayangnya, gaya hidup modern yang sedentary lifestyle membuat kesehatan tulang wanita jadi terancam.
Menurut data European Pain Federation, nyeri tulang belakang menjadi penyebab utama yang bisa menghambat pergerakan, menurunkan fleksibilitas, dan dalam jangka panjang. Akibatnya wanita gampang mengalami nyeri, kelelahan, hingga komplikasi serius pada tulang belakang.
Dr. Zawar, salah satu pakar tulang, menyebut banyak orang menganggap nyeri punggung sebagai hal kecil dan mengabaikan pengobatan. Padahal, sikap ini bisa memicu masalah jangka panjang pada tulang belakang yang sulit disembuhkan jika dibiarkan.
Senada dengan itu, Dr. Sidharth Verma, dokter spesialis tulang belakang dan nyeri dari Nivaan Interventional Pain and Regenerative Medicine Clinic, memperingatkan adanya peningkatan kasus nyeri punggung dan leher, bahkan pada usia 20-an.
Sebuah studi di jurnal The Lancet pada November 2023 juga menyoroti besarnya beban penyakit cedera tulang belakang. Cedera ini tidak hanya menyebabkan disabilitas jangka panjang, tapi juga meningkatkan risiko kematian dini.
Sementara itu, menurut data World Health Organization (WHO), sekitar 619 juta orang di dunia mengalami nyeri punggung bawah (low back pain), Hal ini menjadikannya penyebab disabilitas nomor satu secara global. Angka ini bahkan diperkirakan melonjak hingga 843 juta kasus pada tahun 2050.
Dr. Verma menegaskan, menjaga kesehatan tulang belakang bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. “Jika kita memperlakukan tulang belakang dengan konsisten, tubuh bisa beradaptasi dengan baik. Koreksi kecil pada cara kita duduk, berdiri, atau berjalan bisa mencegah ketidaknyamanan selama puluhan tahun,” ujarnya.
Sayangnya, kebiasaan postur baru akibat penggunaan layar digital terus-menerus justru memperburuk kondisi. Posisi tubuh saat menatap ponsel, bekerja di depan laptop, hingga main game dengan headset berat membuat tulang belakang bekerja ekstra keras.
Karena itu, penting untuk memperbaiki kebiasaan yang diam-diam merusak tulang belakang. Berikut penjelasan Dr. Verma tentang 5 postur yang harus diwaspadai dan cara mengubahnya.
Setiap kali kepala menunduk satu inci ke depan, tekanan pada tulang leher meningkat dua kali lipat. Hal ini bisa menyebabkan otot tegang, kaku, bahkan menekan bantalan tulang leher.
Pastikan posisi layar sejajar dengan mata. Pegang ponsel setinggi mata dan lakukan “neck break” tiap 30 menit. Latihan sederhana seperti chin tuck dan shoulder retraction bisa memperkuat otot leher dan punggung atas.
Baca juga: Nyeri Punggung Saat Menstruasi? Ternyata Ini Penyebab dan Cara Meredakannya
Duduk bersandar di kasur, sofa, atau meja makan terlalu lama bisa meregangkan ligamen tulang belakang dan melemahkan otot inti tubuh. Akibatnya, risiko nyeri punggung bawah meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times