Ilustrasi ibu hamil (Pexels/Dominika Roseclay)
INDOZONE.ID - Kehamilan merupakan fase hidup yang penuh perubahan, dan dapat menimbulkan sejumlah ketidaknyamanan. Salah satunya adalah wasir (hemoroid), yaitu pembengkakan pembuluh darah di sekitar anus.
Kondisi yang mirip dengan varises ini, dialami lebih dari separuh ibu hamil. Meski umumnya tidak berbahaya, wasir dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, hingga perdarahan ringan yang bikin buang air besar terasa tidak nyaman.
Tekanan dari pertumbuhan janin serta perubahan hormon selama kehamilan, menjadi penyebab utama terjadinya wasir.
Tidak hanya itu, sembelit dan kebiasaan mengejan saat buang air besar, menjadi pemicu tambahan yang semakin memperburuk kondisi.
Namun kabar baiknya, sebagian besar kasus wasir pada kehamilan bersifat sementara, dan akan membaik setelah persalinan.
Baca juga: 4 Pantangan Makanan yang Wajib Dihindari oleh Penderita Wasir Jika Tak Ingin Semakin Parah
Dikutip dari Medical Daily, wasir pada ibu hamil muncul terutama akibat tekanan fisik dari rahim yang membesar. Semakin bertambah usia kehamilan, terutama memasuki trimester ketiga, rahim akan menekan pembuluh darah di area panggul.
Tekanan ini memperlambat aliran darah, dan membuat pembuluh di sekitar anus membengkak. Sehingga hal itu menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman.
Selain faktor mekanis, perubahan hormon kehamilan juga berperan. Hormon tertentu dapat membuat dinding pembuluh darah lebih rileks, sehingga lebih mudah membengkak.
Ilustrasi ambeien atau wasir (photo/uihc.org)
Kondisi ini sering diperparah oleh sembelit, yang merupakan keluhan umum selama kehamilan akibat perubahan hormon, penurunan aktivitas fisik, maupun konsumsi vitamin prenatal tertentu.
Ketika sulit buang air besar, dorongan mengejan dapat memperbesar tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus, sehingga mempertinggi risiko wasir.
Wasir dapat menimbulkan berbagai keluhan yang cukup mengganggu aktivitas harian. Sejumlah gejala utama yang biasanya dialami ibu hamil meliputi:
Meskipun gejala ini dapat terasa memalukan atau membuat tidak nyaman, penting bagi calon ibu untuk mengenalinya sejak dini. Hal tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily