Ilustrasi memakai earphone. (Pexels/Marcelo Chagas)
INDOZONE.ID - Zaman sekarang, earphone sudah seperti ekstensi telinga kita. Mau dengar musik saat di jalan, nonton video, atau kerja daring, semuanya terasa lebih nyaman pakai earbud. Tapi kebiasaan memakai earphone terus-terusan (apalagi dengan volume tinggi) ternyata punya bahaya tersembunyi bagi kesehatan pendengaran. Yuk, bahas fakta-faktanya supaya kita tetap asyik mendengarkan tanpa merusak telinga.
Salah satu bahaya paling serius dari penggunaan earphone jangka panjang adalah noise-induced hearing loss (NIHL), alias kerusakan telinga karena paparan suara keras terus-menerus. Studi besar-besaran menunjukkan bahwa pola mendengar personal listening device yang tidak aman bisa menempatkan lebih dari 1 miliar anak muda di dunia pada risiko gangguan pendengaran.
Penelitian tersebut menemukan bahwa banyak remaja dan dewasa muda menggunakan earphone dengan volume terlalu tinggi dalam waktu lama. Ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel rambut di telinga bagian dalam.
Lebih dari itu, sebuah studi di India menunjukkan bahwa pengguna earphone mengalami gangguan pendengaran jauh lebih tinggi dibanding non-pengguna. Menariknya, earphone dengan fitur noise-canceling punya risiko lebih rendah karena membuat pengguna tidak perlu menaikkan volume tinggi untuk menutup suara luar.
Baca juga: Bahaya Sering Menggunakan Headset, Benarkah Dapat Membuat Tuli?
Selain kerusakan pendengaran, memakai earphone terus-terusan juga bisa menyebabkan infeksi telinga. Karena earbud “menutup” saluran telinga, kelembapan bisa terperangkap sehingga menjadi tempat ideal bagi bakteri dan jamur berkembang. Studi menunjukkan adanya peningkatan kasus seperti otitis eksterna (infeksi saluran telinga luar), jamur telinga (otomycosis), dan penumpukan kotoran telinga (earwax) pada pengguna earphone.
Ilustrasi infeksi telinga (Istimewa)
Telinga yang berdengung, alias tinnitus, bisa menjadi tanda bahaya. Banyak orang yang sering memakai earphone lama-lama mengeluh ada suara “nging” di telinga setelahnya, dan itu bisa menjadi sinyal bahwa pendengaran mulai terganggu. Kadang dengingnya hilang sendiri, tapi jika kebiasaan ini terus diulang, risikonya bisa semakin besar dan dengingnya menjadi menetap.
Ada juga listener fatigue, yaitu kondisi ketika telinga terasa lelah, pegal, atau menjadi kurang peka setelah mendengar suara tanpa henti. Intinya, telinga dan otak kita juga butuh istirahat, tidak bisa dipaksa terus-menerus.
Menurut berbagai analisis global, kebiasaan mendengarkan dengan cara yang tidak aman, volume terlalu keras dan durasi terlalu lama sangat umum terjadi, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Karena tren ini, risiko gangguan pendengaran bisa menjadi semacam “bom waktu”: mungkin sekarang belum terasa apa-apa, tapi dampaknya bisa muncul bertahun-tahun ke depan.
Baca juga: Kenapa Telinga Sakit Saat di Pesawat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Supaya tetap bisa menikmati musik tanpa merusak telinga, coba beberapa trik ini:
Earphone memang super praktis dan hampir selalu dipakai Gen Z setiap hari, tetapi kalau digunakan tanpa aturan, efeknya pada telinga bisa serius, mulai dari penurunan pendengaran, infeksi, hingga tinnitus. Data global juga menunjukkan bahwa lebih dari 1 miliar anak muda berisiko terkena dampak dari kebiasaan mendengarkan yang tidak aman. Jadi, boleh menikmati musik dengan earphone, tapi menjaga kesehatan telinga juga sama pentingnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bmj.com, PubMed