Ilustrasi wajah keriput (Istimewa)
INDOZONE.ID - Penuaan memang proses alami, tapi beberapa kebiasaan kecil justru diam-diam bikin perempuan terlihat lebih cepat tua. Banyak yang merasa sudah makan sehat, rajin olahraga, dan menjaga pola hidup, tapi hasilnya sama saja.
Seorang urolog asal Michigan, Dr Tarek Pacha, membagikan tiga penyebab utama yang sering bikin perempuan kehilangan massa otot, melambatkan metabolisme, dan mempercepat tanda penuaan. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa proses ini terjadi bertahap tanpa disadari.
“Kalau kamu tidak memperhatikan kebiasaan dasar ini, tubuh akan kehilangan otot lebih cepat dari yang kamu bayangkan,” ujar Dr Pacha, dilansir Hindustan Times.
Dalam kesempatan ini, sang dokter membeberkan 3 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh wanita yang membuatnya nampak lebih cepat menua. Yuk simak!
Baca juga: 5 Kandungan Sunscreen Berbahaya yang Bisa Memicu Penuaan Dini dan Jerawat!
Banyak perempuan fokus mengurangi porsi makan demi menjaga berat badan, tapi justru mengabaikan protein yang jadi fondasi penting tubuh. Dr Pacha menyebut kurang protein sebagai kesalahan nomor satu.
“Jika kamu tidak mencapai sekitar 100 gram protein sehari, kamu sedang kehilangan otot saat ini juga,” ungkap sang dokter.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan kehilangan otot dua kali lebih cepat dibanding pria, sehingga kebutuhan proteinnya justru harus lebih diperhatikan.
Baca juga: Gak Cuma Bikin Lemas, Telat Sarapan Juga Bisa Percepat Penuaan, Lho!
Tren diet seperti intermittent fasting atau OMAD memang populer, tapi tidak selalu cocok untuk tubuh perempuan. Menurut Dr Pacha, puasa yang terlalu panjang punya efek samping yang jarang disadari.
“Saat puasa melampaui batas, tubuh mulai membakar otot sebagai bahan bakar. Intermittent fasting juga memberi dampak berbeda pada perempuan karena sistem hormonal mereka lebih sensitif.”
Jika dijalani tanpa pengawasan, puasa panjang justru membuat metabolisme melambat dan tubuh makin lemas.
Inilah kesalahan yang paling sering terjadi. Banyak perempuan mengira cardio sudah cukup untuk menjaga tubuh tetap fit, apalagi saat ingin menurunkan berat badan. Namun Dr Pacha mengingatkan bahwa cardio saja tidak bisa mempertahankan kekuatan otot.
“Cardio memang baik untuk jantung, tapi hanya latihan beban yang berkata pada tubuh: ‘pertahankan otot ini’,” tegasnya.
“Kamu tidak bisa menjaga kekuatan tanpa memberi beban yang cukup berat.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hindustan Times