Ilustrasi perempuan yang mengalami gejala kecemasan (freepik).
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasakan takut dengan hal yang belum terjadi? Hal ini menjadi pertanda kamu sedang mengalami kecemasan berlebihan. Sebenarnya merasa cemas ketika menghadapi situasi yang menegangkan itu adalah hal yang normal.
Namun, jika kamu merasa kecemasan berlebihan tanpa sebab dan tidak kunjung reda. maka bisa jadi kamu mengalami kecemasan berlebihan atau anxiety.
Nah, jika kamu mengalami kecemasan berlebihan ini dan mengganggu aktivitas sehari-hari, berikut cara mengatasinya:
Pada dasarnya kecemasan berlebihan bisa muncul karena berbagai sebab. Salah satunya adalah ketidakseimbangan zat kimia di otak, seperti serotonin, dopamin, norepinefrin, dan GABA, yang memengaruhi mood dan emosi kamu. Bagian otak yang mengatur rasa takut, juga sering meningkat pada orang yang mengalami kecemasan.
Baca juga: Self Love Bukan Sekedar Tren : Terapkan Self Love untuk Mengatasi Kecemasan
Selain itu, faktor keturunan memainkan peran, karena gangguan kecemasan cenderung ada dalam keluarga. Lingkungan dan pengalaman hidup juga penting, seperti stres berkepanjangan atau kejadian traumatis yang dapat memicu kecemasan. Dengan kata lain, kecemasan biasanya muncul karena kombinasi faktor biologis, genetik, dan lingkungan
Ilustrasi seseorang mengalami kecemasan (Pexels/Engin Akyurt)
Nah sebelum kamu tau cara mengatasinya, sebaiknya pahami terlebih dahulu, tanda tandanya agar tidak salah langkah. Berikut tanda-tanda kamu mengalami kecemasan berlebihan:
Setelah kamu tahu tanda-tandanya dan merasa kecemasan berlebihan ini harus dicegah secara cepat, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk penolong pertama.
Baca juga: Hati-Hati! Stres dan Kecemasan Bisa Diam-Diam Picu Tekanan Darah Tinggi
Nah itu dia, beberapa cara dan informasi mengenai kecemasan berlebihan. Kamu harus percaya bahwa semuanya akan berlalu dan tenang adalah kunci. Semoga berhasil ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: NHS, My.clevelandclinic.org