Ilustrasi anak kembar identik. (Unsplash/Tim Bish)
INDOZONE.ID - Pernah dengar legenda “kalau nggak ada kembar di keluarga, nggak mungkin punya anak kembar”? Eits, ternyata nggak selalu begitu. Fakta medis menunjukkan bahwa kamu bisa saja punya anak kembar meskipun kamu atau pasangan tidak memiliki riwayat kembar dalam keluarga. Yuk, kita bongkar mitos dan pahami kenapa bisa begitu.
Pertama-tama, kita harus paham dulu dua tipe kembar:
Nah, perbedaan ini penting banget karena pengaruh “keturunan” berbeda, tergantung jenis kembarnya.
Baca juga: Cara Alami Membuat Anak Kembar bagi Suami dan Istri Tanpa Riwayat Keturunan Kembar
Kalau ngomongin kembar identik, biasanya sih ini terjadi secara acak. Jadi, nggak ada hubungannya dengan genetika atau riwayat keluarga. Artinya, meski keluargamu nggak pernah punya kembar, tetap ada kemungkinan alami untuk punya anak kembar identik.
Nah, kalau kembar fraternal (bukan identik), genetika bisa ikut berperan. Ini terkait kemampuan ibu melepaskan lebih dari satu telur dalam satu siklus, yang disebut “hyperovulation.” Jadi, kalau di keluargamu ada wanita yang punya kembar fraternal, kemungkinan kamu juga mewarisi kemampuan ini, dan peluang punya anak kembar bisa lebih tinggi. Namun tentu saja, ini bukan jaminan karena banyak faktor lain juga ikut menentukan.
Intinya, nggak punya riwayat kembar di keluarga bukan berarti peluangmu nol. Masih ada kesempatan, kok!
Selain soal genetika atau riwayat keluarga, ada beberapa hal lain, baik yang alami maupun terkait lingkungan, yang bisa meningkatkan peluang punya anak kembar, baik fraternal maupun kadang identik. Misalnya:
Jadi, ada banyak faktor yang bisa memengaruhi. Meski keluarga nggak punya riwayat anak kembar, peluang untuk punya kembar tetap ada.
Ilustrasi bayi kembar (Twinstuff)
Kadang orang kaget saat tahu punya anak kembar, padahal keluarganya nggak ada yang kembar. Kenapa bisa begitu? Beberapa alasannya:
Kalau kamu atau pasangan sedang berharap punya anak kembar, tetap boleh optimis, tapi juga realistis:
Yang paling penting adalah menjaga kesehatan ibu dan kandungan. Konsultasi ke dokter juga disarankan, karena kehamilan kembar punya risiko dan tantangan tersendiri.
Baca juga: Ingin Punya Anak Kembar? Ketahui Faktor Penentunya Berikut!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline, MedlinePlus