Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 16:00 WIB

Reparenting: Cara Dewasa Mencintai Diri Sendiri Ketika Orang Tua Tidak Bisa

Reparenting: Cara Dewasa Mencintai Diri Sendiri Ketika Orang Tua Tidak BisaIlustrasi kondisi yang memerlukan reparenting (freepik).

INDOZONE.ID - Banyak orang mengira healing bisa selesai cepat lewat terapi, journaling, atau meditasi. 

Padahal, penyembuhan adalah proses panjang yang penuh naik turun. 

Dalam perjalanan itu, banyak orang mengenal reparenting — konsep dari Lucia Capacchione di tahun 70-an. 

Intinya: jika di masa kecil kita kurang mendapatkan rasa aman, cinta, dan validasi, inner child tumbuh membawa luka hingga dewasa. Akibatnya, muncul pola dalam bentuk:

Baca juga: Kopi atau Matcha, Mana yang Lebih Aman Diminum saat Menstruasi?

  • Takut ditinggalkan
  • Sulit percaya seseorang sepenuhnya
  • Selalu mencari validasi dari luar
  • Masuk ke pola hubungan yang tidak sehat secara berulang

Tanpa sadar, kita berharap orang lain memperbaiki luka itu dan menjadi penyelamat emosional kita. 

Padahal, rasa aman yang paling stabil sebenarnya berasal dari hubungan kita dengan diri sendiri. Dan di sinilah reparenting menjadi penting.

Baca juga: Nikotin Merusak Hidupmu! Ikuti 5 Langkah Mudah untuk Berhenti Merokok dan Vaping

Apa sebenarnya reparenting itu?

Reparenting adalah proses memenuhi kembali kebutuhan emosional yang dulu terabaikan — tapi kali ini, kita sendiri yang memenuhinya. 

Ini bukan tentang menyalahkan masa lalu, melainkan tentang mengambil peran sebagai support system terbaik untuk diri sendiri.

Ada dua inti dalam proses ini:

  1. Mengizinkan diri menjadi autentik: inner child ingin merasakan kebebasan dengan tertawa lepas, mengeksplorasi tanpa takut salah, menikmati hal-hal sederhana. Aktivitas kecil seperti menggambar, jalan santai, atau bermain kadang jauh lebih healing daripada yang kita kira.
  2. Berani menghadapi luka lama: kadang kita perlu kembali ke memori yang dulu terasa terlalu berat. Tidak mudah, tapi inilah langkah awal untuk benar-benar pulih.

Baca juga: Badan Cepat Pegal dan Punggung Sering Sakit? Ini 7 Penyebab Utamanya

Pilar utama reparenting

Beberapa ahli menyebut ada 4 fondasi yang membentuk reparenting, yaitu:

1. Memiliki batasan yang sehat 

bukan untuk menjauh dari orang lain, tapi menjaga diri tetap aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Positivepsychology.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Reparenting: Cara Dewasa Mencintai Diri Sendiri Ketika Orang Tua Tidak Bisa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!