Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 14:05 WIB

Sering Kesulitan Berinteraksi? Kenali Ciri-Ciri Asperger atau Autism Spectrum

Sering Kesulitan Berinteraksi? Kenali Ciri-Ciri Asperger atau Autism SpectrumSalah satu orang menyediri (Freepik)

INDOZONE.ID - Susah berinteraksi dengan orang lain dan sering merasa canggung dalam situasi sosial

Bisa jadi itu merupakan tanda Asperger atau salah satu bentuk gangguan spektrum autisme yang memengaruhi cara seseorang berkomunikasi.

Meski penderitanya biasanya memiliki kecerdasan normal atau di atas rata-rata, mereka kerap mengalami kesulitan membaca ekspresi, mempertahankan percakapan, atau menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Untuk lebih memahami kondisi ini, berikut penjelasan lengkap mengenai Asperger dan ciri-cirinya.

Baca juga: Jaga Kesehatan Mental di Era Digital: 5 Tips Jitu Detoks dari Gadget

Penyebab Asperger

Penyebab sindrom Asperger belum sepenuhnya diketahui, tetapi sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risikonya. Berikut perinciannya: 

  • Kelainan genetik sehingga menyebabkan gangguan pada komunikasi antarsel otak
  • Infeksi pada masa kehamilan, seperti rubella dan cytomegaloviru
  • Paparan racun dan zat pemicu kanker ketika hamil
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir bayi yang rendah
  • Paparan terhadap obat asam valproat dan thalidomide ketika hamil

Gejala Asperger

Asperger bisa dilihat dari beberapa tanda,  Berikut informasi lengkapnya: 

  • Kesulitan melakukan kontak mata
  • Merasa dan bertindak canggung dalam situasi sosial
  • Mengalami kesulitan menanggapi orang lain dalam percakapan.
  • Kehilangan isyarat sosial yang dianggap jelas oleh orang lain
  • Tidak mengerti arti ekspresi wajah.
  • Banyak bicara tentang satu topik
  • Mengulang kata, frasa, atau gerakan
  • Hipersensitivitas

Cara Pengobatan Asperger  

Pada dasarnya pengobatan asperger bisa bermacam-macam tergantung tingkat keparahannya. Berikut beberapa pengobatan asperger yang perlu dibantu oleh dokter spesialis. 

Bentuk terapi yang diberikan dapat berupa:

Baca juga: Menelisik ADHD dan Keseimbangan Hidup: Menjadikan Kesibukan adalah Terapi

  • Terapi bahasa, bicara, dan sosialisasi, bertujuan untuk mengurangi obsesi pasien terhadap topik kesukaannya dan belajar untuk berkomunikasi dengan orang lain
  • Terapi fisik atau fisioterapi, bertujuan untuk melatih kekuatan anggota-anggota tubuh
  • Terapi okupasi, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan kognitif, fisik, respons saraf, dan pergerakan
  • Terapi perilaku kognitif, untuk melatih penderitanya mengendalikan rangsangan yang diterima tubuh, rasa takut, cemas, keinginan, penolakan, dan ledakan emosi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Web MD

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sering Kesulitan Berinteraksi? Kenali Ciri-Ciri Asperger atau Autism Spectrum

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!