INDOZONE.ID - Banyak orang menganggap, jarang keluar rumah sebagai langkah paling aman untuk menghindari flu.
Namun kenyataannya, penyebab kena flu meski jarang keluar rumah tidak sesederhana itu.
Tidak heran, jika sebagian orang tetap jatuh sakit, meski aktivitas luar rumah sangat terbatas. Berikut penjelasan lengkapnya.
Udara di dalam rumah sering kali dianggap lebih aman dibandingkan udara luar. Padahal, ruangan tertutup dengan sirkulasi yang buruk, justru membuat virus lebih mudah bertahan di udara.
Pendingin ruangan atau kipas yang jarang dibersihkan, juga bisa menyebarkan partikel kecil yang mengiritasi saluran napas.
Udara yang terlalu kering, turut memperburuk kondisi ini. Lapisan lendir di hidung dan tenggorokan yang berfungsi menangkap virus menjadi menipis.
Akibatnya, pertahanan alami saluran pernapasan melemah, dan virus flu lebih mudah masuk ke tubuh.
Baca juga: Benarkah Pelukan Bisa Tingkatkan Imunitas dan Lawan Flu? Begini Penjelasannya
Sering berada di dalam rumah, membuat tubuh kurang terpapar sinar matahari. Padahal, sinar matahari membantu produksi vitamin D yang berperan penting dalam menjaga respons sistem imun terhadap infeksi.
Ketika tubuh kekurangan vitamin D, kemampuan melawan virus flu bisa menurun tanpa disadari.
Tubuh terlihat sehat, tetapi respons imun menjadi lebih lambat. Inilah salah satu faktor yang menjelaskan mengapa flu tetap bisa muncul meski jarang keluar rumah.
Jarang keluar rumah biasanya diikuti dengan minimnya aktivitas fisik. Gerakan ringan seperti berjalan kaki atau naik tangga menjadi semakin jarang.
Padahal, aktivitas fisik membantu melancarkan sirkulasi darah dan distribusi sel imun ke seluruh tubuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthshots.com