INDOZONE.ID - Jalan kaki sering disebut sebagai olahraga paling sederhana dan aman untuk semua kalangan. Aktivitas ini tidak membutuhkan alat khusus dan bisa dilakukan kapan saja.
Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, benarkah jalan kaki bisa membentuk otot, terutama di bagian kaki? Berikut penjelasannya.
Baca juga: 7 Jenis Olahraga yang Efektif Cegah Tekanan Darah Tinggi Selain Jalan Kaki, Apa Saja?
Secara medis, jalan kaki memang dapat memberikan stimulus pada otot, terutama bagi orang yang jarang bergerak atau baru memulai gaya hidup aktif.
Pada kelompok ini, jalan kaki rutin bisa membantu menjaga massa otot dan mencegah penyusutan otot akibat kurang aktivitas.
Namun, jika berbicara tentang pembentukan otot dalam arti peningkatan ukuran dan kekuatan secara signifikan, jalan kaki memiliki keterbatasan.
Penjelasan medis tentang pertumbuhan otot lewat jalan kaki menunjukkan bahwa hipertrofi otot membutuhkan rangsangan lebih besar berupa beban atau resistansi.
Oleh karena itu, jalan kaki cenderung menghasilkan otot yang lebih ramping dan kuat secara fungsional, bukan otot besar seperti hasil latihan beban.
Untuk memahami bagaimana jalan kaki mempengaruhi massa otot, penting melihat otot-otot yang aktif selama aktivitas ini. Saat berjalan, tubuh melibatkan berbagai otot besar di bagian bawah serta otot inti, antara lain:
- Paha depan (quadriceps) yang berperan meluruskan lutut, terutama aktif saat menuruni jalan
- Otot pantat (gluteus) yang bekerja keras saat berjalan menanjak
- Paha belakang (hamstring) yang membantu menekuk lutut dan menstabilkan pinggul
- Fleksor pinggul yang berfungsi mengangkat kaki setiap melangkah
- Otot betis yang memberi dorongan saat kaki menapak
- Otot inti yang menjaga keseimbangan dan postur tubuh
Aktivasi otot-otot ini membantu mempertahankan kekuatan dan daya tahan, meski tidak cukup kuat untuk meningkatkan massa otot secara drastis.
Dari sudut pandang medis, pertumbuhan otot terjadi ketika serat otot mengalami tekanan berlebih lalu beradaptasi dengan menjadi lebih tebal dan kuat. Proses ini dikenal sebagai hipertrofi.
Dalam konteks ini, penjelasan medis tentang pertumbuhan otot lewat jalan kaki menyebutkan bahwa intensitas jalan kaki umumnya terlalu rendah untuk memicu respons hipertrofi pada orang yang sudah aktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Palomahealth.com