Ilustrasi holiday dengan caption aesthetic (freepik/lifestylememory)
INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang cara menjaga kesehatan mental selama liburan akhir tahun merupakan tatangan tersendiri. Pasalnya musim liburan ini seringkali identik dengan kesibukan, pertemuan keluarga, dan berbagai acara seru.
Namun, keseruan ini juga bisa memicu stres dan kelelahan jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, mengetahui cara menjaga kesehatan mental selama liburan sangat penting agar tetap tenang dan bahagia. Berikut beberapa caranya:
Cara menjaga kesehatan mental selama liburan pertama adalah menurunkan ekspektasi tinggi. Banyak orang memasuki musim liburan dengan ekspektasi berlebihan, misalnya membayangkan pertemuan keluarga yang sempurna dan hadiah yang ideal.
Baca juga: Ingin Kesehatan Mental Tetap Terjaga dari Derasnya Paparan Medsos? Ikuti Kiat Ini
Ekspektasi ini sering kali menimbulkan stres dan kekecewaan pada diri sendiri. Sebaiknya, adopsi pola pikir fleksibel dan tetapkan tujuan yang realistis. Terimalah ketidaksempurnaan dan jangan merasa harus mengendalikan semuanya.
Pilih hal-hal yang paling penting bagi diri kamu, baik itu koneksi dengan keluarga atau waktu untuk beristirahat. Fokuslah pada menikmati momen saat ini daripada mengejar kesempurnaan.
Cara menjaga kesehatan mental selama liburan selanjutnya adalah kelola keuangan.Tekanan finansial adalah penyebab umum stres saat liburan, mulai dari membeli hadiah hingga menghadiri acara.
Maka dari itu untuk mengurangi tekanan ini, kamu bisa buat anggaran yang jelas untuk setiap pengeluaran, termasuk hadiah, makanan, dan perjalanan.
Bersikaplah jujur dengan keluarga atau teman jika keuangan terbatas, misalnya dengan memberi hadiah buatan sendiri atau pengalaman.
Memberikan batasan aktivitas selama liburan juga merupakan cara menjaga kesehatan mental saat liburan akhir tahun.
Musim liburan sering membuat kita merasa harus melakukan semuanya, dari menghadiri pesta hingga menjadi tuan rumah. Nah, dengan begitu penting untuk menetapkan batasan agar energi tidak terkuras.
Baca juga: Kenapa Kesehatan Mental Anak Muda Makin Memburuk? Ini 6 Alasan Utamanya
Belajar mengatakan tidak pada undangan yang tidak sesuai prioritas bukanlah egois, melainkan bentuk perawatan diri.
Komunikasikan kebutuhan kamu secara terbuka kepada orang terdekat, termasuk berapa banyak waktu dan energi yang bisa diberikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mylifepsychologists