Desa Ngabab kolaborasi lintas sektor cegah stunting. (Catleya Fauziah/Z Creators)
INDOZONE.ID - Di sebuah balai desa yang hangat oleh semangat kebersamaan, Desa Ngabab kembali meneguhkan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan harapan baru bagi tumbuh kembang anak-anak di desa tersebut.
Dalam kegiatan resmi yang digelar tahun ini, laporan program disampaikan oleh Elista Ovtavia selaku KPM Stunting Desa Ngabab. Acara dipandu oleh Raga Canigia Renaldi, Sekretaris Desa Ngabab, yang membuka rangkaian kegiatan sekaligus menegaskan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Kepala UPT Puskesmas Pujon, drg. Angga, Sekretaris Kecamatan Pujon, Gholy Karyanto, serta Kepala Desa Ngabab, Amin Afandi. Para pemateri memaparkan kondisi stunting di wilayah Kecamatan Pujon, kebijakan yang telah berjalan, serta langkah-langkah strategis yang perlu terus diperkuat di tingkat desa.
Baca juga: Cegah Stunting Harus dari Hulu ke Hilir, Wajib Penuhi Gizi Anak hingga Sanitasi Bersih
Dalam laporannya, Elista Ovtavia menyampaikan bahwa penanganan stunting pada tahun 2025 difokuskan pada program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 24 balita stunting selama 60 hari berturut-turut. Program PMT ini merupakan intervensi gizi spesifik yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan balita melalui asupan nutrisi yang lebih seimbang dan terukur. Selama pelaksanaannya, balita penerima PMT dipantau secara berkala untuk melihat perkembangan berat badan dan tinggi badan.
Kolaborasi Desa Ngabab Cegah Stunting. (Catleya Fauziah/Z Creators)
Hasil pelaksanaan PMT tahun ini menunjukkan dampak yang signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh balita mengalami peningkatan berat badan dan panjang badan. Hal ini menjadi indikator keberhasilan penting, mengingat stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, serta kualitas hidup anak di masa depan.
Selain pemaparan laporan, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi antara perangkat desa, tenaga kesehatan, dan pemerintah kecamatan. Diskusi difokuskan pada penguatan edukasi kepada orang tua mengenai pola makan bergizi, kebersihan lingkungan, serta perawatan balita dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa penanganan stunting bukan semata tanggung jawab tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Kreativitas Warga Ngabab Lahirkan Batik Sayur Khas Desa
Kepala Desa Ngabab, Amin Afandi, menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung program kesehatan anak sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia berharap keberhasilan program tahun ini dapat menjadi motivasi agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal di tahun-tahun mendatang.
Dengan adanya peningkatan pada indikator pertumbuhan balita, program penanganan stunting Desa Ngabab tahun 2025 menjadi contoh nyata bahwa intervensi yang tepat sasaran, dukungan lintas sektor, serta partisipasi masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan