Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 15 JANUARI 2026 • 09:20 WIB

Studi Ungkap Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Mengurangi Risiko Depresi Pada Remaja

Studi Ungkap Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Mengurangi Risiko Depresi Pada RemajaIlustrasi orang tidur (Freepik/tirachardz)

INDOZONE.ID - Penelitian dari University of Oregon dan State University of New York Upstate Medical University, mengungkapkan bahwa tidur lama di akhir pekan bisa melindungi kesehatan mental bagi remaja usia 16 - 24 tahun.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders. Penelitian tersebut menjelaskan kebiasaan tidur bisa mengurangi risiko depresi

Orang-orang yang mengganti waktu tidur di akhir pekan, memiliki gejala depresi 41 persen lebih rendah dibanding yang tidak kejar waktu tidur.

Baca juga: Balita Perempuan Berparas Cantik seperti Boneka Ini Alami Craniosynostosis

Peneliti mencatat, banyak remaja yang kekurangan tidur di hari sekolah karena beberapa hal, seperti tuntutan akademik, kegiatan sosial, kegiatan ekstrakurikuler, dan pekerjaan lainnya.

“Remaja dianjurkan tidur delapan hingga 10 jam setiap malam, tetapi target itu sering sulit dicapai,” kata psikolog Melynda Casement dari University of Oregon, dilansir Science Daily.

Penelitian menggunakan data dari survei kesehatan nasional AS periode 2021-2023, yang respondennya berusia rentang 16 - 24 tahun. Peneliti meminta responden buat lapor jam tidur di hari sekolah dan akhir pekan, serta kondisi emosionalnya.

Baca juga: Kenali Gejala Usus Buntu yang Jarang Disadari, Lengkap dengan Pencegahannya!

Selanjutnya, tim peneliti melakukan pembandingan durasi tidur tersebut guna melihat kebiasaan mengganti tidur. Hasilnya, responden dianggap punya gejala depresi saat mengaku sedih atau merasa tertekan setiap hari.

Selain itu, perubahan jam biologis membuat para remaja tidur lebih malam. Kondisi seperti ini tidak sejalan dengan jam masuk sekolah, jadi mereka rentan merasa kurang tidur.

Casement mengungkapkan bahwa depresi adalah salah satu penyebab gangguan fungsi sehari-hari bagi remaja usia 16-24 tahun. Masalah ini bisa berdampak pada kehadiran di sekolah atau pekerjaan, bahkan kemampuan bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA, Science Daily

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Studi Ungkap Tidur Lebih Lama di Akhir Pekan Bisa Mengurangi Risiko Depresi Pada Remaja

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!