Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 20 JANUARI 2026 • 13:00 WIB

Mengenal Cereulide, Toksin Berbahaya dari Bakteri Bacillus Cereus

Mengenal Cereulide, Toksin Berbahaya dari Bakteri Bacillus CereusMengenal Cereulide, Toksin Berbahaya dari Bakteri Bacillus Cereus (Freepik)

INDOZONE.ID - Cereulide adalah toksin berbahaya yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, salah satu bakteri penyebab keracunan makanan yang cukup sering terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Toksin ini patut diwaspadai karena tidak dapat dihancurkan dengan proses pemasakan biasa dan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan manusia.

Keracunan akibat cereulide umumnya terjadi karena kebiasaan menyimpan makanan matang, khususnya nasi, dalam suhu ruang terlalu lama.

Padahal, meskipun makanan tersebut dipanaskan kembali, toksin yang sudah terbentuk tetap dapat membahayakan tubuh.

Apa Itu Cereulide?

Cereulide merupakan toksin emetik, yaitu toksin yang memicu rasa mual dan muntah. Toksin ini diproduksi oleh strain tertentu dari bakteri Bacillus cereus yang tumbuh pada makanan.

Berbeda dengan bakteri lain yang mati saat dimasak, cereulide bersifat tahan panas, tahan asam, dan stabil, sehingga tidak rusak meskipun makanan dipanaskan berulang kali.

Karena sifatnya tersebut, cereulide sering tidak terdeteksi secara kasat mata. Makanan yang mengandung toksin ini bisa terlihat normal, tidak berbau, dan tidak berubah rasa, sehingga tetap dikonsumsi tanpa disadari.

Baca juga: Penderita Asam Lambung Ternyata Masih Bisa Minum Kopi, Simak Caranya Berikut

Mengenal Bakteri Bacillus Cereus

Bacillus cereus adalah bakteri yang umum ditemukan di alam, terutama di tanah, debu, dan bahan pangan mentah seperti beras. Bakteri ini membentuk spora yang sangat tahan terhadap panas dan kondisi lingkungan ekstrem.

Spora tersebut dapat bertahan selama proses memasak, lalu berkembang biak ketika makanan dibiarkan pada suhu ruang. Tidak semua Bacillus cereus menghasilkan cereulide, namun strain yang bersifat emetik inilah yang berbahaya karena mampu memproduksi toksin sebelum makanan dikonsumsi.

Proses Terbentuknya Cereulide pada Makanan

Pembentukan cereulide terjadi melalui tahapan berikut:

  • Spora Bacillus cereus terdapat pada bahan pangan mentah
  • Proses memasak tidak menghancurkan seluruh spora
  • Makanan dibiarkan dalam suhu ruang (20–40°C)
  • Bakteri berkembang biak dengan cepat
  • Cereulide diproduksi dan terakumulasi dalam makanan

Proses ini sering terjadi pada makanan yang dimasak dalam jumlah besar lalu disimpan terlalu lama.

Makanan yang Rentan Mengandung Cereulide

Beberapa jenis makanan yang paling sering menjadi sumber cereulide antara lain:

  • Nasi putih dan nasi goreng
  • Pasta dan mie
  • Kentang
  • Makanan berbasis tepung dan karbohidrat
  • Makanan siap saji yang disimpan terlalu lama. 

Kasus keracunan cereulide sering dikaitkan dengan nasi yang dimasak lalu dibiarkan berjam-jam di suhu ruang, terutama di lingkungan rumah tangga, katering, dan restoran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Healthline

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Cereulide, Toksin Berbahaya dari Bakteri Bacillus Cereus

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!