Ilustrasi susah BAB. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih ngerasa BAB susah banget? Tinja keluar sedikit, keras, sampai bikin kamu harus mengejan sampai pegal-pegal di toilet?
Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak orang ngalamin hal ini, tapi sayangnya kasus susah BAB dan tinja keras sering dianggap sepele atau cuma dilewatin aja.
Padahal, kondisi ini bisa jadi tanda kalau sistem pencernaan kamu lagi “ngadat” atau kesulitan bekerja dengan normal.
Di artikel ini, kita bakal bahas penyebab susah BAB, kenapa tinja bisa keras, dampaknya ke tubuh, sekaligus cara mengatasi dan mencegah konstipasi.
Dengan begitu, kamu bisa lebih paham apa yang terjadi di tubuh dan tahu langkah tepat buat nanganin masalah ini.
Baca juga: Sering Craving Makanan Asin? Ternyata Ini Penyebabnya Menurut Ahli
Pertama, yang dimaksud dengan susah BAB biasanya disebut juga konstipasi atau sembelit.
Ini terjadi ketika proses buang air besar jadi sangat jarang, keras, susah keluar, dan sering bikin kamu merasa belum tuntas padahal sudah duduk di toilet.
Standar umum tinja atau frekuensi BAB yang sehat itu bervariasi, tapi kalau kurang dari tiga kali seminggu dan konsistensinya keras, itu bisa dianggap konstipasi.
Seringnya, tinja yang keras terjadi karena usus besar menyerap terlalu banyak air dari sisa makanan, sehingga teksturnya jadi kering dan padat.
Susah BAB bukan cuma soal “aku lagi malas ngeset pola makan”.
Baca juga: Pantangan Makanan untuk Penderita Chikungunya: Ini yang Perlu Dihindari agar Cepat Pulih
Ini bisa melibatkan banyak faktor mulai dari gaya hidup sampai kondisi medis yang lebih serius.
Serat itu ibarat parking brake untuk sistem pencernaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber