Ilustrasi persiapan kolonoskopi (Freepik)
INDOZONE.ID - Kolonoskopi adalah prosedur medis yang digunakan untuk memeriksa kondisi usus besar secara langsung dengan bantuan selang berkamera.
Meski sering terdengar menakutkan, pemeriksaan ini justru berperan penting dalam mendeteksi berbagai masalah pencernaan sejak dini, termasuk kanker usus besar.
Melalui kolonoskopi, dokter dapat melihat, mendiagnosis, bahkan menangani kelainan pada usus dalam satu tindakan.
Pemeriksaan ini biasanya dianjurkan bagi orang dengan keluhan tertentu atau mereka yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit usus.
Nah, penting bagi kamu untuk memahami prosedur dan manfaat kolonoskopi agar bisa membantu penderita lebih tenang dan siap menjaga kesehatan. Berikut informasi lengkapnya.
Nah, sebelum kamu mengetahui prosedur apa saja untuk menjalankan operasi kolonoskopi ini, berikut manfaatnya.
Saat pemeriksaan, dokter bisa langsung mengangkat polip yang ditemukan. Langkah ini penting karena polip yang awalnya jinak bisa berkembang menjadi kanker jika dibiarkan terlalu lama.
Kolonoskopi membantu mendiagnosis berbagai kondisi seperti kolitis, penyakit Crohn, atau divertikulosis. Dalam proses yang sama, dokter juga bisa melakukan tindakan medis, seperti biopsi atau menghentikan perdarahan.
Baca juga: 5 Penyakit Sistem Pencernaan yang Muncul Akibat Banjir, Lengkap dengan Gejalanya
Jika kamu mengalami perdarahan dari anus, nyeri perut, perubahan pola buang air besar, atau berat badan turun tanpa sebab jelas, kolonoskopi membantu dokter menemukan sumber masalah dengan lebih akurat.
Bagi orang dengan riwayat penyakit usus, pemeriksaan rutin berguna untuk melihat perkembangan kondisi, tingkat peradangan, serta efektivitas pengobatan yang sedang dijalani.
Kolonoskopi bukan hanya untuk diagnosis, tetapi juga pencegahan. Dengan skrining rutin, polip berisiko bisa ditemukan dan diangkat sebelum berubah menjadi kanker.
Dalam kondisi tertentu, kolonoskopi juga digunakan untuk tindakan medis, seperti memasang stent atau mengeluarkan benda asing, tanpa perlu operasi besar.
Bagi kamu yang harus melakukan operasi ini, berikut beberapa prosedurnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Eka Hospital, Cleveland Clinic