Ilustrasi hipotermia (freepik).
INDOZONE.ID - Bayangin kamu lagi di tempat yang dinginnya nggak masuk akal.
Angin menusuk kulit, napas berasap, dan badan mulai menggigil hebat tanpa bisa dikontrol. Lama-lama kamu ngerasa lemas, susah fokus, pikiran agak kacau.
Terus muncul rasa ngantuk yang berat banget, pengen rebahan dan tidur aja biar “enakan”.
Padahal, kalau kondisi itu terjadi karena hipotermia, tidur justru bisa jadi keputusan yang berbahaya banget.
Hipotermia itu kondisi darurat ketika suhu inti tubuh turun di bawah 35°C.
Saat itu terjadi, tubuh nggak lagi mampu menjaga fungsi penting seperti detak jantung, pernapasan, dan kerja otak dengan normal.
Baca juga: Waktu Terbaik untuk Workout Saat Puasa, Sebelum atau Sesudah Buka?
Banyak orang mengira ini cuma bisa terjadi di gunung atau di tengah salju, padahal di dalam rumah yang terlalu dingin pun bisa, apalagi kalau seseorang diam terlalu lama tanpa bergerak.
Intinya, tubuh kehilangan panas lebih cepat daripada bisa memproduksinya, dan suhu dalam tubuh terus turun.
Nah, kenapa orang yang mengalami hipotermia nggak boleh tidur? Karena rasa ngantuk itu tanda tubuh sudah mulai “menyerah”.
Saat tertidur, kesadaran menurun, tubuh makin sulit mempertahankan panas, dan fungsi vital bisa melambat drastis tanpa kita sadari.
Jadi ini bukan sekadar mitos atau larangan tanpa alasan, dalam situasi seperti ini, tetap terjaga bisa jadi pembeda antara selamat atau tidak.
Baca juga: 7 Manfaat Puasa yang Jarang Disadari, Bikin Tubuh Lebih Sehat!
Saat seseorang mengalami hipotermia, tubuh sebenarnya langsung berusaha “melawan”. Kita otomatis menggigil supaya otot-otot menghasilkan panas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber