ilustrasi persiapan mudik (pixabay)
INDOZONE.ID - Bagi sebagian orang, mudik memang momen yang ditunggu-tunggu, tapi perjalanan panjang bisa jadi tantangan serius untuk tubuhmu.
Banyak orang terlalu fokus menyiapkan tiket dan oleh-oleh, sampai lupa memastikan kondisi kesehatan sendiri.
Padahal, satu masalah kecil yang diabaikan bisa berubah jadi gangguan besar di tengah jalan.
Supaya perjalanan tetap aman dan nyaman, yuk cek dulu daftar kesehatan penting yang wajib kamu periksa sebelum berangkat dibawah ini.
Mudik sering kali identik dengan perjalanan panjang, macet, kurang tidur, dan perubahan pola makan. Dalam kondisi seperti ini, tubuh dipaksa bekerja lebih keras dari biasanya.
Kalau sebelumnya sudah ada keluhan kesehatan yang belum terkontrol, risiko kambuh di perjalanan jadi lebih besar.
Itulah kenapa cek kesehatan sebelum mudik bukan sekadar formalitas, tapi bentuk persiapan agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Baca juga: 5 Tips Mudik Nyaman bagi Penderita Asam Urat, Apa Saja Ya?
Lebih dari itu menurut Kementerian Kesehatan RI, kondisi fisik yang prima sangat penting untuk mencegah risiko gangguan kesehatan selama arus mudik, terutama bagi pengemudi dan penumpang dengan riwayat penyakit tertentu, seperti diabetes.
Pemeriksaan sederhana ini dapat membantu mendeteksi risiko sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa mengambil langkah pencegahan sebelum berangkat.
Sebelum berangkat mudik atau perjalanan jauh, ada baiknya kamu memastikan kondisi tubuh benar-benar siap. Berikut beberapa pemeriksaan yang sebaiknya kamu lakukan:
Hal ini untuk memastikan kadarnya tetap di bawah 200 mg/dL agar terhindar dari risiko nyeri dada, pusing, atau kelelahan saat bepergian.
Agar kadar tetap terkontrol (pria 3,4–7,0 mg/dL dan wanita 2,4–6,0 mg/dL) sehingga perjalanan tidak terganggu nyeri sendi mendadak.
Untuk memastikan tetap berada di kisaran normal, yaitu di bawah 120/80 mmHg pada orang dewasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mendistra Hospital