salah satu makanan yang bergizi (freepik)
INDOZONE.ID - Hampir setiap orang memiliki jawaban ketika ditanya, “Apa makanan favoritmu?” Hal ini bukan tanpa alasan. Secara alami, manusia memang dirancang untuk merasakan kenikmatan dari makanan. Bahkan, bagi sebagian orang, aktivitas makan menjadi salah satu sumber kebahagiaan terbesar dalam hidup.
Lebih dari sekadar mengenyangkan, menikmati makanan juga membawa berbagai manfaat bagi kesehatan. Sensasi menikmati setiap suapan dapat membantu proses pencernaan, memperbaiki hubungan seseorang dengan makanan, hingga mendukung pemulihan dari pola makan yang tidak sehat. Dalam konteks ini, kenikmatan makan kerap diibaratkan sebagai “vitamin P” (pleasure), yang tak kalah penting dari kandungan gizi dalam makanan itu sendiri.
Selama bertahun-tahun, para peneliti telah mengkaji alasan ilmiah di balik kenikmatan saat makan. Hasilnya menunjukkan bahwa rasa senang tersebut tidak hanya terjadi di lidah, tetapi juga melibatkan kerja otak.
Secara fisiologis, kenikmatan saat makan memicu pelepasan dopamin di otak. Hormon ini sering disebut sebagai “hormon kebahagiaan” karena berperan dalam mengaktifkan sistem penghargaan (reward system), yang memunculkan perasaan senang, tenang, termotivasi, dan fokus.
Dalam kondisi normal, mekanisme ini memberikan manfaat nyata bagi tubuh. Saat seseorang menikmati makanan dalam keadaan rileks, sistem saraf akan masuk ke fase “rest and digest”. Pada fase ini, tubuh lebih optimal dalam mencerna dan menyerap nutrisi.
Sebaliknya, beberapa penelitian lama menunjukkan bahwa pada individu dengan obesitas, sensitivitas terhadap dopamin bisa terganggu. Kondisi ini dapat memicu keinginan makan berlebih demi mendapatkan tingkat kepuasan yang sama.
Baca juga: Jangan Asal Makan Mentah, Ini Sayuran yang Wajib Dimasak Dulu Sebelum Makan
Menariknya, kenikmatan dalam makan justru berkaitan dengan pola makan yang lebih baik. Sebuah tinjauan sistematis pada 2020 terhadap 119 studi menemukan bahwa lebih dari separuh penelitian menunjukkan hubungan positif antara kenikmatan makan dan kualitas diet.
Studi lain juga mengungkap bahwa orang yang benar-benar menikmati makanannya cenderung memiliki status gizi yang lebih baik. Hal ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa makanan sehat identik dengan rasa hambar.
Faktanya, makanan bergizi tetap bisa lezat. Ketika seseorang menikmati makanan sehat, tingkat kepuasan meningkat, sehingga risiko makan berlebihan atau binge eating justru menurun.
Ilustrasi makanan dalam bekal (freepik)
Makanan bukan hanya soal energi bagi tubuh, tetapi juga memiliki peran penting dalam aspek emosional. Pengalaman makan dapat mempererat hubungan sosial, menghadirkan kenyamanan, hingga memperkuat identitas budaya.
1. Mempererat hubungan sosial
Makan bersama keluarga atau teman sering kali meningkatkan rasa bahagia. Interaksi sosial yang terjadi saat makan menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline