Ilustrasi perut kembung. (Ilustrasi/gi.md.com)
INDOZONE.ID - Perut kembung, kerap menjadi keluhan umum yang dialami sekitar 10–25 persen orang dewasa sehat secara rutin.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa penuh di perut akibat penumpukan gas, retensi cairan, atau gangguan pergerakan (motilitas) saluran pencernaan.
Penyebab kembung sangat beragam. Mulai dari intoleransi makanan, hingga gangguan pencernaan yang lebih kompleks, seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus.
Dikutip dari Medical Daily, gejala perut kembung yang sering muncul meliputi, tekanan di perut, perut tampak membesar (distensi), bunyi gemuruh, hingga rasa kencang setelah makan.
Pada sebagian orang, kembung dapat mereda dalam beberapa jam. Namun, pada kasus lain, kondisi ini bisa berlangsung kronis dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Memahami mekanisme di balik kembung—seperti produksi gas, ketidakseimbangan mikrobioma usus, kekurangan enzim, dan gangguan motilitas, menjadi kunci untuk penanganan yang tepat.
Baca juga: 5 Jus Sehat untuk Mengatasi Perut Kembung secara Alami
Perut kembung yang terjadi terus-menerus, umumnya bukan sekadar akibat makan berlebihan. Kondisi ini sering berkaitan dengan masalah kesehatan pencernaan yang mendasar, seperti:
Gangguan tersebut dapat menghambat pergerakan gas dalam usus, dan meningkatkan sensitivitas saluran cerna. Sehingga, perut terasa kembung berkepanjangan.
Ilustrasi sakit perut. (Ilustrasi/medicalnewstoday.com)
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, IBS memengaruhi hingga 12 persen populasi di Amerika Serikat, dan sering disertai gejala kembung serta perubahan pola buang air besar.
Saat kembung datang tiba-tiba, beberapa langkah sederhana dapat membantu meredakan gejala dengan cepat, antara lain:
Menurut Cleveland Clinic, bahan alami seperti minyak peppermint dan jahe, dapat membantu meredakan kembung dengan cara melemaskan otot usus dan memperlancar pencernaan.
Selain itu, minum teh herbal hangat, mencukupi cairan, serta menghindari minuman berkarbonasi juga dapat memberikan perbaikan dalam waktu relatif singkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily