Ilustrasi seseorang mengalami gangguan pendengaran atau Neuroma akustik. (Freepik)
INDOZONE.ID - Neuroma akustik, yang kini dikenal sebagai Vestibular Schwannoma, merupakan tumor jinak yang berkembang pada saraf utama, yang menghubungkan telinga bagian dalam dengan otak.
Meski tidak bersifat kanker dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain, kondisi ini dapat berdampak serius terhadap fungsi pendengaran dan keseimbangan.
Saraf yang terdampak disebut saraf vestibulokoklear, yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan tubuh dan kemampuan mendengar.
Ketika tumor tumbuh, gejala seperti gangguan pendengaran, telinga berdenging, hingga masalah keseimbangan kerap muncul.
Baca juga: 8 Tips Melindungi Anak dari Gangguan Pendengaran, Apa Saja?
Dikutip dari Mayo Clinic, Neuroma akustik termasuk dalam kelompok tumor saraf perifer yang berasal dari sel Schwann. Itu merupakan sel yang melindungi dan menopang saraf.
Meski tumbuh di dalam tengkorak dan dekat batang otak, tumor ini tidak berasal dari jaringan otak. Sehingga, secara teknis bukan termasuk tumor otak.
Kondisi itu umumnya berkembang secara lambat. Dalam kasus yang jarang, tumor dapat membesar hingga menekan otak dan mengganggu fungsi vital.
Ilustrasi neuroma akustik. (Freepik)
Secara epidemiologis, neuroma akustik tergolong langka. Diperkirakan kurang dari 1 dari 20.000 orang didiagnosis setiap tahun.
Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama pada kelompok usia lanjut.
Gejala neuroma akustik sering kali berkembang perlahan dan sulit dikenali sejak dini. Rata-rata pertumbuhan tumor sekitar 1 milimeter per tahun.
Sehingga, tanda-tandanya bisa muncul bertahap dalam waktu lama.
Beberapa gejala umum meliputi:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mayo Clinic