Ilustrasi ketidakseimbangan hormon (Pexels/Andrea Piacquadio)
INDOZONE.ID - Hormon punya peran penting dalam hampir seluruh sistem utama tubuh. Ketika terjadi ketidakseimbangan, dampaknya bisa muncul dalam berbagai bentuk.
Gejala hormon tidak seimbang pada wanita, dapat memengaruhi siklus menstruasi, suasana hati, hingga kesuburan, yang sering kali berkembang perlahan. Bukan sesuatu hal yang muncul secara tiba-tiba.
Mengenali perubahan ini sejak dini, penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.
Dikutip dari Medical Daily, hormon tidak seimbang terjadi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak, atau terlalu sedikit hormon penting.
Misal, estrogen, progesteron, hormon tiroid, insulin, kortisol, dan androgen.
Baca juga: Manfaat Edamame untuk Wanita 40 Tahun, Bantu Hormon Tetap Seimbang hingga Tulang Lebih Kuat
Hormon-hormon ini berfungsi sebagai ‘pembawa pesan’ kimia yang mengatur berbagai proses tubuh. Termasuk, siklus menstruasi, metabolisme, respons stres, suasana hati, dan kesehatan reproduksi.
Perubahan hormon memang wajar terjadi pada fase kehidupan tertentu, seperti pubertas, kehamilan, perimenopause, dan menopause.
Namun, jika gejala terasa kuat, berlangsung lama, atau mengganggu aktivitas, kondisi ini perlu mendapat perhatian.
Ilustrasi wanita menstruasi (Istimewa)
Perubahan pada siklus menstruasi menjadi salah satu tanda paling jelas. Menstruasi yang tiba-tiba tidak teratur, terlalu sering, atau bahkan berhenti selama beberapa bulan, bisa menjadi indikasi gangguan hormon.
Perdarahan yang sangat banyak, terlalu sedikit, atau kram hebat, juga dapat menjadi tanda adanya masalah.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau gangguan tiroid.
Kenaikan atau penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan atau aktivitas fisik, bisa menjadi tanda ketidakseimbangan hormon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Medical Daily