Ilustrasi wanita menstruasi (Istimewa)
INDOZONE.ID - Menstruasi merupakan bagian alami dari siklus reproduksi wanita yang menandakan tubuh berfungsi dengan baik.
Umumnya, haid berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Namun, jika perdarahan terjadi lebih dari satu minggu, kondisi ini disebut sebagai menstruasi berkepanjangan atau menorrhagia.
Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab serta cara mengatasinya agar tidak berdampak buruk pada kesehatan.
Baca juga: Selalu Pengen Makan Manis Saat Menstruasi? Ini Alasannya
Ilustrasi menstruasi. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
Menstruasi berkepanjangan adalah kondisi ketika perdarahan haid berlangsung lebih dari 7 hari atau volume darah yang keluar jauh lebih banyak dari biasanya. Dalam istilah medis, kondisi ini dikenal sebagai menorrhagia.
Perlu dipahami bahwa tidak semua kasus menstruasi berkepanjangan berbahaya. Jika hanya terjadi sesekali, misalnya akibat stres atau perubahan gaya hidup, kondisi ini umumnya akan kembali normal dengan sendirinya.
Namun, jika terjadi terus-menerus, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan tertentu.
Baca juga: Kenapa Menstruasi Bikin Badan Cepat Capek saat Olahraga? Ini Penjelasannya!
Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari normal bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan hormon hingga penyakit tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Ketidakseimbangan Hormon
Hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam mengatur siklus menstruasi. Ketika keduanya tidak seimbang, lapisan dinding rahim (endometrium) bisa menebal secara berlebihan.
Akibatnya, saat menstruasi terjadi, jaringan tersebut luruh dalam jumlah lebih banyak dan membutuhkan waktu lebih lama untuk selesai.
Beberapa kondisi yang dapat memicu ketidakseimbangan hormon antara lain:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Totalwellnesshealth.com