Varises pada kaki. (Photo/Ilustrasi/Freepik)
INDOZONE.ID - Varises sering kali dianggap sebagai masalah estetika semata urat menonjol di kaki yang mengganggu penampilan.
Padahal, kondisi ini merupakan tanda adanya gangguan pada sistem pembuluh darah vena dan bisa berkembang menjadi masalah serius bila diabaikan.
Menurut dr. Emanoel Oepangat, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Heartology Cardiovascular Hospital, varises adalah bagian dari penyakit vena kronis yang mencerminkan adanya gangguan aliran balik darah di tungkai bawah.
Baca juga: Sering Pakai High Heels? Kenali Gejala Varises dan Cara Mengatasinya Sejak Dini
"Banyak pasien baru datang ketika sudah muncul keluhan nyeri, bengkak, atau luka di kaki. Padahal, varises adalah kondisi progresif yang semakin sulit diatasi jika dibiarkan terlalu lama,” jelas dr. Emanoel.
"Penanganan sejak dini bisa mencegah komplikasi serius seperti insufisiensi vena kronis, ulkus, hingga trombosis vena dalam (DVT)," tambahnya.
Varises merupakan kondisi kesehatan yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang gender.
Merujuk pada data Journal of Vascular Surgery dan WHO, prevalensi kondisi ini diperkirakan mencapai 25% pada wanita serta 10–15% pada pria secara global.
Bagi pria, gejala yang kerap muncul meliputi sensasi berat pada tungkai, nyeri tumpul usai berdiri lama, hingga pembengkakan di area pergelangan kaki.
Risiko ini umumnya meningkat pada profesi yang menuntut posisi berdiri atau duduk statis dalam durasi panjang, seperti tenaga medis atau pekerja kantoran.
Di sisi lain, faktor hormonal membuat wanita memiliki kerentanan lebih tinggi, khususnya selama masa kehamilan dan menopause.
"Hormon estrogen dan progesteron dapat melemahkan dinding pembuluh darah, sementara tekanan intra-abdomen saat hamil menambah beban kerja vena di tungkai,” jelas dr. Emanoel.
Gejala varises sering berkembang perlahan dan tampak ringan di awal, sehingga kerap diabaikan. Padahal, perubahan visual dan rasa tidak nyaman dapat menjadi sinyal awal gangguan sirkulasi vena.
"Bercak kehitaman di kaki sering disangka akibat diabetes, padahal bisa merupakan tanda penyakit vena kronis yang sudah berjalan lama,” tambah dr. Emanoel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan