Ilustrasi minum teh. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Minum teh ternyata punya manfaat nyata bagi perempuan yang menjalani hari-hari padat, mulai dari menjaga fokus, menciptakan jeda produktif, hingga mempererat koneksi sosial.
Bukan sekadar tren wellness, kebiasaan sederhana ini sudah lama jadi bagian dari keseharian perempuan Indonesia.
Burnout bukan lagi istilah asing. Banyak perempuan usia 20-an hingga 30-an mengelola karir, keluarga, dan kehidupan sosial secara bersamaan, dan tubuh punya batas.
Di sinilah kebiasaan kecil bisa punya dampak besar. Secangkir teh, panas atau dingin, ternyata lebih dari sekadar minuman.
Ada alasan ilmiah di baliknya, kandungan L-theanine dalam teh dikenal bisa membantu meningkatkan fokus tanpa efek gelisah seperti kopi.
Baca juga: Dari Cina ke Asia: Transmisi Budaya Teh dan Eksistensinya dalam Tradisi Etnik Tionghoa
Baca juga: 5 Jenis Teh yang Punya Antioksidan Lebih Tinggi daripada Green Tea
Kandungan alami dalam teh membantu otak tetap waspada tanpa overdrive. Buat perempuan yang multitasking sepanjang hari, ini bukan hal kecil.
Tidak perlu ritual panjang. Cukup lima menit, secangkir teh hangat bisa jadi cara reset cepat sebelum kembali ke pekerjaan berikutnya.
Produktivitas bukan soal tidak pernah berhenti. Justru sebaliknya, otak butuh jeda singkat untuk kembali bekerja optimal.
Momen minum teh bisa jadi ritual kecil itu. Bukan meditasi panjang, bukan yoga satu jam. Cukup duduk sebentar, tarik napas, minum teh. Ritme aktivitas pun bisa diatur ulang.
Di Indonesia, teh sudah lama jadi medium kebersamaan dari warung pinggir jalan sampai meja kantor. Ngobrol sambil minum teh bukan kebiasaan basa-basi.
Koneksi sosial yang kuat terbukti berpengaruh positif terhadap kesehatan mental. Dan teh, secara tidak langsung, sudah lama memfasilitasi itu.
Momentum Hari Kartini tahun ini diwarnai fakta menarik dari Teh Celup Sosro. Sebanyak 2.267 ibu relawan terlibat dalam program Teh Celup Sosro Hidupkan Ramadanmu (THR) 2026, mendistribusikan lebih dari 60.000 paket makanan lengkap dengan seduhan teh ke masyarakat di 26 kota/kabupaten di 6 provinsi, bekerja sama dengan FoodBank of Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan