Eksibisionis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Cara Penanganannya (freepik)
INDOZONE.ID - Eksibisioni atau Exhibitionistic Disorder adalah gangguan parafilia, yaitu kondisi saat seseorang memiliki dorongan seksual tidak biasa yang melibatkan perilaku menyimpang dari norma sosial yang umum berlaku.
Secara sederhana, seorang eksibisionis mendapatkan kepuasan seksual dengan cara memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang asing atau di tempat umum tanpa persetujuan orang lain.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai pengertian, gejala, dan cara penanganannya.
Dalam ranah psikologi dan psikiatri (berdasarkan DSM-5), eksibisionisme bukan sekadar "keisengan". Ini adalah dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang kuat dan berulang untuk memperlihatkan alat kelamin kepada orang yang tidak menduganya.
Tujuan utama pelaku biasanya bukan untuk melakukan kontak fisik atau pemerkosaan, melainkan untuk melihat reaksi korban seperti terkejut, takut, jijik, atau justru terangsang. Reaksi-reaksi tersebut menjadi pemicu kepuasan seksual bagi pelaku.
Baca juga: 8 Cara Tetap Konsisten Lari Meski Sedang Malas dan Tidak Bersemangat
Seseorang dengan gangguan ini biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:
Gejala ini dapat berbeda pada setiap individu, tetapi umumnya berkaitan dengan dorongan impulsif yang sulit dikontrol.
Penyebab pasti gangguan ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor yang diduga berperan antara lain:
Baca juga: Suka Minum Alkohol Sejak Muda Tingkatkan Risiko Kanker Hati
Penanganan kondisi ini sangat penting agar penderita dapat mengontrol perilakunya dan tidak merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Beberapa metode yang biasa dilakukan:
Psikoterapi menjadi salah satu metode utama dalam menangani Exhibitionistic disorder. Melalui terapi, penderita dibantu mengenali pemicu, mengubah pola pikir yang keliru, serta belajar mengendalikan dorongan yang muncul.
Terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bertujuan membantu penderita memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan. Teknik ini dapat melatih kemampuan mengontrol impuls serta membangun perilaku yang lebih sehat.
Pada beberapa kasus, dokter mungkin memberikan obat untuk membantu mengurangi dorongan seksual yang berlebihan atau mengatasi masalah lain seperti kecemasan dan depresi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Naturalfarm.id