Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 20:00 WIB

Eksibisionis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Cara Penanganannya

Eksibisionis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Cara PenanganannyaEksibisionis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Cara Penanganannya (freepik)

INDOZONE.ID - Eksibisioni atau Exhibitionistic Disorder adalah gangguan parafilia, yaitu kondisi saat seseorang memiliki dorongan seksual tidak biasa yang melibatkan perilaku menyimpang dari norma sosial yang umum berlaku.

Secara sederhana, seorang eksibisionis mendapatkan kepuasan seksual dengan cara memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang asing atau di tempat umum tanpa persetujuan orang lain.

Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai pengertian, gejala, dan cara penanganannya.

Pengertian Eksibisionis

Dalam ranah psikologi dan psikiatri (berdasarkan DSM-5), eksibisionisme bukan sekadar "keisengan". Ini adalah dorongan, fantasi, atau perilaku seksual yang kuat dan berulang untuk memperlihatkan alat kelamin kepada orang yang tidak menduganya.

Tujuan utama pelaku biasanya bukan untuk melakukan kontak fisik atau pemerkosaan, melainkan untuk melihat reaksi korban seperti terkejut, takut, jijik, atau justru terangsang. Reaksi-reaksi tersebut menjadi pemicu kepuasan seksual bagi pelaku.

Baca juga: 8 Cara Tetap Konsisten Lari Meski Sedang Malas dan Tidak Bersemangat

Gejala Eksibisionis

Seseorang dengan gangguan ini biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:

  • Muncul dorongan berulang untuk memperlihatkan alat kelamin kepada orang asing.
  • Sulit mengendalikan dorongan tersebut meskipun sudah mengetahui dampak negatifnya.
  • Merasa tegang, cemas, atau gelisah sebelum melakukan tindakan.
  • Merasakan kepuasan atau kelegaan setelah melakukan perilaku tersebut.
  • Sangat tertarik pada reaksi korban seperti kaget, takut, atau jijik.
  • Perilaku ini berlangsung minimal selama beberapa bulan dan berulang. 

Gejala ini dapat berbeda pada setiap individu, tetapi umumnya berkaitan dengan dorongan impulsif yang sulit dikontrol.

Penyebab Eksibisionis

Penyebab pasti gangguan ini belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor yang diduga berperan antara lain:

  • Pernah mengalami kejadian buruk atau trauma saat masa kecil.
  • Kesulitan mengendalikan dorongan atau keinginan seksual.
  • Pelecehan seksual di masa lalu.
  • Rasa tidak aman (insecurity) yang parah terhadap maskulinitas atau seksualitas diri.
  • Ketidakseimbangan hormon (seperti testosteron) atau adanya kelainan pada struktur/fungsi otak yang mengatur kontrol impuls.
  • kecanduan pornografi yang ekstrem sejak usia dini.

Baca juga: Suka Minum Alkohol Sejak Muda Tingkatkan Risiko Kanker Hati

Cara Penanganan Eksibisionis

Penanganan kondisi ini sangat penting agar penderita dapat mengontrol perilakunya dan tidak merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Beberapa metode yang biasa dilakukan:

1. Psikoterapi

Psikoterapi menjadi salah satu metode utama dalam menangani Exhibitionistic disorder. Melalui terapi, penderita dibantu mengenali pemicu, mengubah pola pikir yang keliru, serta belajar mengendalikan dorongan yang muncul.

2. Terapi Kognitif Perilaku (CBT)

Terapi kognitif perilaku atau Cognitive Behavioral Therapy (CBT) bertujuan membantu penderita memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan tindakan. Teknik ini dapat melatih kemampuan mengontrol impuls serta membangun perilaku yang lebih sehat.

3. Mengonsumsi Obat Jika Diperlukan

Pada beberapa kasus, dokter mungkin memberikan obat untuk membantu mengurangi dorongan seksual yang berlebihan atau mengatasi masalah lain seperti kecemasan dan depresi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Naturalfarm.id

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Eksibisionis Adalah: Pengertian, Gejala, dan Cara Penanganannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!