Ilustrasi overthinking. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lagi santai, tapi tiba-tiba pikiran langsung muter sendiri? Baru baca pesan dari atasan langsung cemas, teman belum membalas chat langsung merasa ada masalah, atau tiba-tiba mengingat kesalahan lama yang sebenarnya sudah lama berlalu. Situasi seperti ini sering dialami banyak orang dan tanpa disadari bisa menjadi pemicu stres yang menguras energi mental setiap hari.
“Gimana kalau gagal?”
“Tadi aku salah ngomong nggak ya?”
“Dia beneran marah?”
Padahal situasinya biasa aja. Tapi kepala malah bikin drama level tinggi.
Nah, kalau kamu sering ngalamin ini, bisa jadi masalahnya bukan sekadar “lagi stres”, tapi ada pola pikir tersembunyi yang tanpa sadar jadi mesin penggerak kecemasan kamu.
Ada satu cara sederhana tapi cukup “nendang” untuk ngerem itu, namanya konsep Pull-Back Technique, yaitu cara buat “mundur sejenak” dari pikiran yang lagi berisik supaya kamu bisa lihat apa yang sebenarnya terjadi.
Saat dada mulai terasa nggak nyaman, pikiran mulai lari ke mana-mana, atau kamu kebanjiran skenario buruk, jangan langsung ikut hanyut.
Coba pause sebentar. Ambil napas. Lalu tanyakan ke diri sendiri tiga hal ini:
Jujur aja, kadang kita bukan cemas karena situasinya buruk, tapi karena kita pengen semuanya berjalan sesuai kemauan kita.
Masalahnya, hidup nggak selalu nurut sama rencana kita. Semakin kamu maksa kontrol semua hal, makin besar juga tekanan yang kamu rasain.
Pernah ngerasa hasil yang sebenarnya udah oke, tapi kamu masih ngerasa “kurang banget”?
Itu tanda “klasik” perfeksionisme lagi aktif.
Standar yang terlalu tinggi memang terlihat bagus di atas kertas, tapi di dunia nyata bisa jadi sumber stres yang nggak kelihatan ujungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Psychologytoday.com