Ilustrasi bra ketat bisa picu kanker payudara. (Magnific)
INDOZONE.ID - Banyak perempuan masih percaya kalau bra ketat bisa menyebabkan kanker payudara. Apalagi ada anggapan bahwa memakai bra terlalu lama dapat menghambat aliran darah dan memicu munculnya sel kanker.
Padahal, sampai sekarang belum ada bukti ilmiah yang membenarkan hal tersebut.
Mitos soal bra ketat dan kanker payudara sebenarnya sudah muncul sejak lama. Awalnya berasal dari pembahasan mengenai kebiasaan memakai bra dalam waktu lama setiap hari. Dari situ muncul dugaan bahwa tekanan pada area payudara bisa meningkatkan risiko kanker.
Karena terus dibahas di internet tanpa penjelasan lengkap, banyak orang akhirnya percaya begitu saja.
Faktanya, organisasi kesehatan seperti American Cancer Society menyebut penggunaan bra, termasuk bra berkawat atau yang dipakai seharian, tidak terbukti menyebabkan kanker payudara.
Baca juga: 5 Kebiasaan Hidup Sehat yang Bisa Bantu Perempuan Cegah Kanker Payudara
Walaupun tidak memicu kanker, bra yang terlalu sempit tetap tidak dianjurkan dipakai terus-menerus.
Ukuran bra yang terlalu kecil bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman dan menimbulkan beberapa keluhan, seperti:
Kalau dipakai terlalu lama, pakaian yang terlalu ketat juga bisa membuat tubuh terasa lebih cepat pegal dan gerak jadi tidak bebas.
Bra yang terlalu ketat biasanya meninggalkan bekas merah di kulit, terasa sesak saat dipakai, atau kawatnya menusuk bagian tubuh tertentu.
Bra yang pas seharusnya terasa nyaman, bisa menopang dengan baik, dan tidak membuat area dada terasa tertekan.
Baca juga: Banyak Wanita Belum Tahu! 10 Hal yang Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Payudara
Informasi kesehatan yang viral belum tentu semuanya benar. Karena itu, penting untuk mencari sumber yang jelas sebelum langsung percaya.
Daripada takut berlebihan soal bra ketat dan kanker payudara, lebih baik fokus menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat dan rutin memeriksa kondisi payudara sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Healthline