Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 JUNI 2026 • 13:15 WIB

Kenapa Sulit Berhenti Judi? Ternyata Otak Alami Perubahan Seperti Pecandu Narkoba

Kenapa Sulit Berhenti Judi? Ternyata Otak Alami Perubahan Seperti Pecandu NarkobaIlustrasi orang yang kecanduan judi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Judi kompulsif atau gambling disorder, merupakan gangguan kesehatan mental, yang ditandai dengan dorongan kuat dan sulit dikendalikan.

Bahkan, seseorang bisa terus berjudi meskipun perilaku tersebut telah menimbulkan dampak buruk terhadap kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, maupun kondisi keuangan.

Berjudi pada dasarnya adalah aktivitas mempertaruhkan sesuatu yang bernilai, dengan harapan memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun, pada sebagian orang, aktivitas ini dapat berkembang menjadi kecanduan yang serius.

Para ahli menjelaskan, perjudian dapat merangsang sistem penghargaan (reward system) di otak, mirip dengan efek yang ditimbulkan oleh alkohol atau narkoba. 

Akibatnya, seseorang dapat terus mengejar sensasi kemenangan meskipun mengalami kerugian berulang kali.

Baca juga: Jauhi Judi Online, Mulailah Investasi: Tips dari Ahli Keuangan untuk Anak Muda

Dalam banyak kasus, penderita judi kompulsif menghabiskan tabungan, menumpuk utang, menyembunyikan kebiasaan berjudi dari keluarga.

Bahkan yang lebih parah, terlibat dalam tindakan penipuan atau pencurian demi mendapatkan uang untuk berjudi.

Gejala Judi Kompulsif yang Perlu Diwaspadai

Kenapa Sulit Berhenti Judi? Ternyata Otak Alami Perubahan Seperti Pecandu NarkobaIlustrasi orang yang stres kalah judi. (Freepik)

Dikutip Mayo Clinic, gangguan judi kompulsif dapat dikenali melalui sejumlah tanda dan gejala berikut:

  • Terus-menerus memikirkan perjudian dan merencanakan aktivitas berjudi.
  • Membutuhkan taruhan dengan nominal yang semakin besar untuk mendapatkan sensasi yang sama.
  • Berulang kali mencoba berhenti berjudi tetapi selalu gagal.
  • Merasa gelisah, marah, atau mudah tersinggung ketika tidak berjudi.
  • Menggunakan perjudian sebagai pelarian dari masalah, stres, kecemasan, rasa bersalah, atau depresi.
  • Terus berjudi untuk mengejar kerugian yang telah dialami.
  • Berbohong kepada keluarga atau orang lain untuk menutupi kebiasaan berjudi.
  • Kehilangan pekerjaan, pendidikan, atau hubungan penting akibat perjudian.
  • Meminjam uang atau meminta bantuan orang lain untuk menutupi kerugian finansial akibat berjudi.

Penjudi rekreasional, biasanya berhenti setelah mengalami kekalahan atau menetapkan batas kerugian. 

Sedangkan penderita judi kompulsif, cenderung terus bermain dengan harapan dapat mengembalikan uang yang hilang. Pola ini sering kali berujung pada kerugian yang semakin besar.

Kenapa Seseorang Bisa Kecanduan Judi?

Penyebab pasti judi kompulsif belum sepenuhnya diketahui. Namun, para peneliti meyakini, kondisi ini muncul akibat kombinasi faktor biologis, genetik, psikologis, dan lingkungan.

Sama seperti bentuk kecanduan lainnya, perjudian dapat mengubah cara kerja otak dalam merespons kesenangan dan penghargaan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mayo Clinic

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Sulit Berhenti Judi? Ternyata Otak Alami Perubahan Seperti Pecandu Narkoba

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!